Fitur Mutasi Peserta Didik (Tarik Paksa) Op. Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi

Pusat Informasi Layanan Terpadu DAPODIK Luwu Utara

Pasti teman-teman Operator Sekolah pernah merasakan hal seperti pada gambar pembuka pada Tulisan ini bukan ?, hihi, sama,, penulis pun juga sering merasakan dimana Op. Sekolah lama belum memutasikan bahkan ada yang sudah dimutasikan tp lupa sinkronisasi Peserta Didik Mutasi Keluarnya, akibatnya Op. Sekolah dimana Siswa yang bersangkutan melanjutkan sekolah tidak dapat melakukan Penarikan Data Siswa Mutasi Tersebut melalui Manajemen Operator Sekolah dan Akhirnya melakukan Jalan Pintas ‘Tambah Manual’ melalui aplikasi Dapodikdasmen.

saat ini, Pada Laman Manajemen KK-Datadik Kab/Kota/Provinsi ada penambahan fitur baru, Yaitu Fitur ‘Mutasi Peserta Didik‘ dimana fungsi Fitur ini adalah Menarik Paksa siswa mutasi yang belum dikeluarkan sama sekali oleh Operator Sekolah dimana Peserta Didik/Siswa yang bersangkutan bersekolah dulu. Namun sebelum melakukan Penarikan, Terlebih dahulu operator Sekolah membawa/memperlihatkan Bukti Surat Pindah dari sekolah lama ke Op. KK-Datadik Kab/Kota/Provinsi.

Panduan untuk KK-Datadik Kab/Kota/Provinsi :

  1. Op. KK Datadik Kab/Kota/Provinsi melakukan Login ke Manajemen KK-Datadik dengan alamat http://data.dikdasmen.kemdikbud.go.id:2018/ menggunakan username dan password Manajemen KK-Datadik Masing-Masing
  2. Pilih Menu Manajemen –> Verifikasi –> Mutasi Peserta Didik
    1
  3. Pada Tab Menu Mutasi Keluar Cari Nama Kecamatan dan Nama Sekolah Asal Peserta Didik kemudian klik Tampilkan
    2
  4. Pada Kotak Search, Ketikkan Nama Peserta Didik yang ingin ditarik dari sekolah lama, kemudian Klik Icon Lihat3
  5.  Isikan Keterangan kemudian Klik ‘Keluarkan’
    5

Panduan untuk Op. Sekolah
Setelah Op. Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Melakukan Penarikan Data siswa tersebut melalui Manajemen KK-Datadik, Op. Sekolah melakukan Penarikan Data Peserta Didik yang telah dikeluarkan oleh Op. Dinas Pendidikan Melalui Manajemen Operator Sekolah Fitur ‘Tarik Peserta Didik seperti Biasa dan melakukan Sinkronisasi untuk memasukkan Data Mutasi Siswa Tersebut ke Aplikasi Dapodikdasmen.

*Catatan :
Penarikan Paksa Data Peserta Didik Mutasi yang dilakukan oleh Op. Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi hanya bisa dilakukan diwilayah kerja Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi.

 

Semoga bermanfaat.

best_regards

Iklan

Tentang services.msc

service.msc adalah salah satu aplikasi di Windows yang mengatur program apa saja yang boleh/akan berjalan ketika windows sedang booting. tugasnya adalah melayani operasional dari sistem operasi dan software – software yang berjalan. Bisa disimpulkan betapa pentingnya peran service di Windows dan jumlah service ini sangatlah banyak, masing – masing memiliki tugas yang tersendiri. Tapi, harap hati-hati, karena banyak pilihan menyesatkan yang bisa berakibat “rada aneh”. Langsung saja ya, disini saya hanya akan membahas beberapa fungsi dari fitur tersebut.

pertama-tama klik start –> run –> ketik “services.msc” –> enter dan akan muncul seperti ini

Capture

Nah, disitu banyak sekali yang bisa kita atur sesuai dengan kehendak kita.

yang harus diperhatikan adalah di “Startup Type” ada pilihan “automatic“, “manual” dan “disabled“.

automatic = mengaktifkan program pilihan,
disabled = menonaktifkan program pilihan,
manual = antara hidup dan mati, sesuai pilihan kita

mari kita bahas satu-satu (yang menurut penting-penting saja):

1. Alerter = Butuh bantuan peringatan dari komputer

2. Automatic Updates = Fitur ini akan meng-update secara otomatis program-program yang perlu diupdate.

3. Error Reporting Services = Melaporkan error yang terjadi kepada Microsoft.

4. Event Log = ndak terlalu paham maksud dari fitur ini, tapi yang jelas ketika malpraktek di kompie teman dengan mematikan fitur ini, Driver VGA-nya langsung minta di install ulang, wa ka ka ka

5. Help n Support = Fitur bantuan dalam Microsoft

6. Network = Kalo komputer terhubung dengan jaringan,

7. Plug n Play = Berhubungan dengan slot flasdisk

8. Print Spooler = Untuk fitur pengaturan printer

9. Remote Registry = Fitur ini mengatur tentang Registry Editor (Regedit).

10. Secondary Logon = Ini buat komputer yang punya user banyak (selain admin).

11. Server = Fitur ini hubungannya sama network juga.

12. Task Scheduler = Sering menulis jadwal di kompie buat mengingatkan kita akan kegiatan tertentu.

13. Telephony = Untuk mereka yang sering menggunakan chat webcam + Microphone ato telefon-an lewat net.

14. Web Client = Fitur ini gunanya untuk mengedit ato membuat/mengedit file web/html/dll.

15. Windows Audio = Fitur pengaturan audio

16. Windows Installer = Fitur Instaler

17. Wireless Zero Configuratio = fitur ini mengatur tentang boleh atau tidaknya aplikasi dan peripheral wireless berfungsi (mis: menggunakan layanan G-Spot Hotspot, dan Bluetooth).

Pengertian SSD, HDD dan SSHD serta Kelebihan dan Kekurangannya

Saat ini sudah banyak media peyimpanan data yang bisa kita pergunakan untuk kebutuhan komputer atau laptop kita sehari-hari.

SSD, SSHD Dan HDD adalah sebuah hardware penyimpanan data yang bisa kita pergunakan untuk menyimpan data-data penting kita yang kita kerjakan di sebuah laptop mapun sebuah pc.

Namun sampai saat ini masih banyak orang yang belum memahami apa sih perbedaan dari SSD, SSHD, Dan HDD serta memilih ketiga media penyimpanan tersebut.

Istilah SSD dan SSHD sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Hanya saja akhir-akhir ini baru menjadi tenar setelah kebutuhan akan akses terhadap file pada sebuah storage menjadi kebutuhan yang mendasar di dunia digital.

Singkatnya antara ketiganya dimulai dari HDD kemudian SSD baru SSHD. HDD yang merupakan perangkat penyimpan tradisional dalam hal ini ketika di berbicara tantang dari kemunculannya kemudian SSD. Dan SSHD adalah alternative yang menengahi HDD dan SSD.

HDD (Hard Disk Drive)

wd2

HDD di sebut konvensional karena posisinya sebagai pemegang media penyimpanan sudah sangat lama. Tidak lain karena harga murah dan kapasitas yang tersedia bisa mencapai sangat besar. Itulah mengapa hardisk ini terus menjadi pilihan.

Selain itu proses bembuatannya pun terbilang membutuhkan biaya yang lebih sedikit. Sehingga membuat banyak pabrikan mampu membuat dan memasarkan tanpa perlu berkorban akan modal yang lebih besar.

Ciri-ciri hardisk yang paling ketara adalah terdapat part yang bergerak yaitu piringan. Piringan tersebut bergerak pada porosnya saat terjadi proses baca tulis. Kecepatanya pun bervariasi tergantung spesifikasi yang tertera, kebanyakan 52oo RPM untuk kelas normal dan 7200 RPM untuk kelas yang lebih cepat.

Kelebihan HDD:

Meski dalam artikel ini hardisk bukan yang akan di unggulkan namun tetap saja setiap produk memiliki keunggulan yang membuatnya tepa digunakan. Sedangkan HDD memiliki kelebihan yaitu kapasitas besar dan harga yang murah.

Kemudian kegiatan tulis menulis, hapus menghapus adalah sesuatu yang bisa dan mudah baginya. Sehingga tidak akan ada sampah data.

Kekurangan HDD:

Beberapa yang sangat sering di alami oleh pengguna hardisk saat ini adalah mudah rusak jika terjatuh, di butuhkan defrg untuk beberapa hardisk yang sudah berumur.

SSD (Solid-State Drive)

gambar_ssd_naw_32
SSD yang merupakan singkatan dari solid-state drive, adalah media penyimpanan data yang menggunakan memori (nonvolatile memory) sebagai media, dan tidak menggunakan disk magnetis seperti disk hardisk konvensional. Berbeda dengan memori (volatile memory) (misalnya RAM), data yang tersimpan pada SSD tidak akan hilang meskipun daya listrik tidak ada.

SSD ini lebih mirip seperti memori pada HP yaitu micro SD dan kawan-kawannya. Hanya saja bentuk san kapasitasnya yang membesar.

Jika kita melihat sejarah keberadaannya SSD sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu namun karena biaya pembuatan yang terbilang mahal maka pengembangan SSD melambat.

Namun belakangan ini karena teknologi semakin maju selain itu juga karena kebutuhan akan akses informasi yang semakin primer maka SSD di produksi masal dengan berbagai improvement guna mengurangi biaya yang di pelukan.

namun demikian harga yang harus di terbut untuk sebuah SSD kapasitas 120 GB masih berkisar Rp. 1.000.000an

Kenapa SSD sangat cepat ?

Bukan hanya sangat cepat namun juga ada banyak keuntungan yang didapat jika menggunakan SSD.

Kecepatan yang di peroleh karena SSD mengakses informasi secara langsung, sedangkan hardisk mendapatkan informasi melalui disk yang berputar dan lengan yang terus mengakses sektor informasi. Meskipun proses ini dalam hitungan mili seocond namun SSD dapat melakukannya lebih cepat tanpa ada disk yang berputar.

Selain itu SSD dapat mengakses informasi dalam satu waktu secara bersamaan, sedangkan HDD akan mengakses informasi secara bergantian karena informasi hanya bisa di akses melalui kepala lengan yang menitik pada setiap sektor saat informasi tersebut di butuhkan.

Dengan kata lain semisal SSD dapat menyelesaikan 10 perintah dalam satu waktu bersamaan namun HDD harus menyelesaikannya bergantian. Sekali-lagi meskipun HDD terlihat pelan, namun jika kamu melihat kecepatan yang di lakukan head dan DISK pada hardisk kamu akan tercengang (hitungannya mili second).

Kelebihan SSD:

Kecepatan akses informasi yang membuat sebuah komputer atau laptop yang menggunakan SSD akan mengalami peningkatan waktu booting mencapai 500%. Dan rata-rata hanya membutuhkan waktu 20 sampai 30 detik sampai komputer sap menerima input.
Tidak ada bagian yang bergerak sehingga bebas bising dan panas yang berlebihan. Selai itu juga hemat energi.
Bebas pergeseran bagian SSD artinya jika terjatuh bukan hal yang fatal.
Bobot yang lebih ringan tentu ini adalah keuntungan tersendiri untuk laptop yang biasanya malas di bawa karena beban yang berat.
Penggiat media seperti 3D, video editing dan gamer wajib memiliki storage yang satu ini.

Kekurangan SSD:
Bukan tanpa kekurangan SSD ini, tetap ada yang harus di waspadai dari storage yang satu ini diantaranya: harga yang mahal, beberapa SSD harus di treatment dengan serius yaitu masalah trim. Sampah yang tidak bisa di hilangkan oleh SSD itu sendiri akan membuat kinerja lama-kelamaan akan melambat.

Kegiatan tulis dan menulis oleh SSD tidak semulus pada hardisk, kegiatan ini akan menimbulkan sampah yang harus di bersihkan setiap periode.

tapi Tenang hal itu sudah di antisipasi para penemu dan pembuat SSD, dengan adanya tool yang biasa di sertakan atau di sediakan sampah akan otomatis ter-maintain dengan baik.

SSHD
Yang satu ini adala inovasi menggabungkan SSD dan HDD menjadi satu perangkat. Tujuan utamanya adalah menekan harga mahalnya SSD dan meningkatkan kecepatan baca HDD.

Jadi SSHD ini memiliki kecepatan seperti SSD namun memiliki keleluasaan ruang seluas HDD.

Perangkat ini di tujukan untuk kamu yang memiliki budget terbabtas untuk upgrade HDD ke SSD. Dan SSHD adalah pilihan yang di tawarkan. Dengan harga yang bersahabat kamu akan mendapatkan kecepatan yang menyerupai SSD.

Komposisinya adalah Beberapa giga SSD dan lebih banyak storage HDD. Jadi untuk file yang sering di akses atau membutuhkan kecepatan untuk mengaksesnya akan di letakkan di SSD dan sisanya pada HDD.

Pilih SSD atau SSHD?
Tentu ketika ada pilihan seperti ini banyak orang akan bingung, dimana mereka menginginkan kecepatan tinggi namun terpentok dengan budget yang minim.

Jika itu yang kamu alami maka SSHD menjadi pilihan yang tepat, namun jika kamu ingin berinvestasi dalam peforma yang full dan mantap pilihlah SSD.

terutama jika kamu memang kalangan profesional dan gamer yang tidak pandang bulu akan biaya namun mementingkan peforma. SSD menjadi pilihan terbaik.

Di bawah ini ada referensi menurut penulis jika kamu masih ragu untuk menentukan pilihan dalam upgrade storage.

Siapa pengguna SSD?

Gamer
Gamer membutuhkan kecepatan dalam mengakses file game yang terinstall. Akan sangat bottle neck jika kamu gamer telah menyiapkan proccessor unlock, RAM extreme, VGA SLI atau cross fire namun masih menggunakan HDD.

Desain Grafis
Baik itu photoshop ataupun corel Draw dan berbagai aplikasi pengolah gambar lainnya akan sangat terbantu jika menggunakan SSD. Dengan load saat start yang cepat akan membuat pekerjaan menjadi lebih efisien waktu.

3D Modeling
Wajib hukumnya setelah membaca artikel ini untuk membeli SSD jika kamu seorang yang bergelut dalam dunia 3D modeling. Misal jasa pembuatan desain bangunan, desainer mechanical, engineer mesin,animator, dan lainnya yang membutuhkan waktu render lebih cepat.

Video Editing dan compositing
Pembuat film, dan editor video setelah tahu SSD pasti akan langsung beli. Bahkan mungkin mereka telah menggunakannya sebelum SSD hangat di perbincangkan akhir-akhir ini.

Bukan hanya waktu render yang bisa ter-pangkas namun kualitas yang dihasilkan pun dapat meningkat drastis dengan SSD.

Proyektor : Tipe, Resolusi Hingga Tips Memilih Sebuah Proyektor

Pengetahuan mengenai tipe-tipe proyektor sangatlah penting untuk diketahui sebelum Anda membeli sebuah proyektor. Sebab informasi ini akan membantu kita untuk memperoleh proyektor yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang kita miliki.
Nah, saat ini terdapat tiga tipe utama video proyektor yakni CRT, LCD, dan DLP. Walaupun sebenarnya terdapat beberapa tipe lain seperti LCOS, D-ILA dan SXRD.  Kali ini kita akan mengulas beberapa tipe yang umum beredar di masyarakat.

  1. CRT (Cathode Ray Tube)
    barco_cine-8
    Proyektor CRT berupa perangkat proyektor besar yang terdiri dari tiga lensa. Masing-masing lensa ini mewakili warna dasar. Tiga lensa ini digabungkan dengan lensa pembesar cahaya yang bisa memproyeksikan image berwarna ke sebuah layar besar yang terdapat dalam sebuah ruangan yang gelap. Dengan perpaduan sirkuit video yang tepat, ukuran CRT dan kombinasi lensa, maka sebuah proyektor CRT bisa menghasilkan image dengan resolusi tinggi.
    Proyektor CRT adalah proyektor yang menjadi pertimbangan utama apabila Anda sangat membutuhkan proyektor yang bisa menghasilkan gambar dengan resolusi yang sangat tinggi. Proyektor ini juga bisa menghasilkan warna hitam yang paling hitam apabila dibandingkan dengan jenis proyektor yang lainnya. Selain itu, proyektor ini juga memiliki daya tahan hingga 20.000 jam pemakaian. Sangat berbeda jauh dengan proyektor-proyektor lain yang rata-rata hanya optimal digunakan hingga 1.000 sampai 2.000 jam saja sebelum lensa/komponen lainnya harus diganti.
    Berbagai keunggulan di atas berbanding lurus dengan harganya. Proyektor jenis CRT biasanya memiliki harga yang sangat mahal sehingga rata-rata konsumennya adalah tingkat korporat yang memiliki budget lebih. Proyektor CRT membutuhkan sebuah ruangan yang cukup luas untuk mengoperasikannya. Ruangan di mana layar akan diproyeksikan juga harus benar-benar gelap supaya hasilnya optimal. Selain itu, dibutuhkan juga seorang ahli yang benar-benar bisa mengatur dan mengkombinasikan tiga lensa proyektor CRT supaya bisa menampilkan gambar dengan hasil yang optimal. Satu lensa saja tidak berimbang dengan lensa yang lainnya, maka gambar yang diproyeksikan tidak akan menjadi gambar yang baik lagi. Pengkombinasian ketiga lensa ini harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan warna dan kecerahan yang maksimal.
  2. LCD (Liquid Crystal Display)
    projector
    Proyektor jenis LCD ini menghasilkan cahaya dari tiga panel kecil LCD. Proyektor LCD memiliki ukuran yang lebih besar dari jenis proyektor DLP tetapi lebih kecil dari jenis proyektor CRT. LCD memiliki beberapa kelebihan untuk menampilkan video.
    Proyektor LCD menghasilkan gambar yang terang karena menggunakan LED backlight. Meskipun memiliki tiga panel LCD yang menangani masing-masing warna dasar, proyektor LCD hanya memiliki satu sumber cahaya sehingga pengguna tidak perlu repot mengatur cahaya seperti yang harus dilakukan pada proyektor CRT.

    Proyektor LCD ini memiliki tingkat akurasi warna yang baik, tetapi akan memudar bila diproyeksikan pada bidang yang terlalu besar. Hal ini membut proyektor LCD yang umum hanya cocok digunakan di tempat-tempat yang tidak terlalu besar seperti ruang kelas, atau ruang kantor. Bila ingin menggunakan proyektor LCD di tempat yang besar pastikan memilih proyektor LCD yang memiliki lumens yang juga besar agar gambar yang dihasilkan tetap tajam, cerah, dan tidak kabur.


  3. DLP (Digital Light Processing)
    1173-overview
    Proyektor DLP biasanya memiliki satu chip dengan lensa-lensa kecil yang bisa berputar. Cahaya dipancarkan melalui chip dan direfleksikan melalui sebuah roda lantas ditampilkan pada layar. Proyektor DLP lebih kecil, ringan, murah dan lebih terang bila dibandingkan dengan LCD dan CRT. Tetapi proyektor jenis ini memiliki warna dan kontras yang lebih buruk. Sejumlah keunggulan yang dimiliki proyektor DLP membuat proyektor ini tidak hanya sesuai untuk bisnis tetapi juga untuk keperluan home theater. Film akan dikonversi secara digital dan disimpan pada hard drive atau disk optikal. Selanjutnya hasil konversi tersebut dimasukkan ke dalam proyektor DLP dan diproyeksikan ke layar. Keunggulan lain yang dimiliki proyektor DLP adalah akurasi warna yang baik, tidak ada efek “screen door” yang muncul seperti pada proyektor LCD, memerlukan power yang lebih sedikit dan memiliki kontras serta brightness yang tinggi. 

  4. LCoS (Liquid Crystal On Silicon)
    vplhw40es-beauty

    Banyak orang tertarik untuk memiliki proyektor ini karena teknologi pada proyektor ini merupakan hasil penggabungan antara teknologi LCD dan DLP. LCoS merupakan proyektor terbaik untuk menghasilkan tampilan gambar pada screen dibanding jenis proyektor lain. Tetapi proyektor ini memiliki harga paling tinggi bila dibanding proyektor lain yang umum beredar di pasaran.

 

B. Mengenal Resolusi pada sebuah proyektor

Sementara itu berdasarkan resolusinya, proyektor dilengkapi dengan beberapa keterangan yakni SVGA, XGA, dan SXGA+.  Keterangan ini digunakan untuk menunjukkan resolusi yang digunakan pada piranti dengan layar standar 4:3 seperti komputer dan proyektor. Sedangkan WVGA, WXGA dan WUXGA digunakan untuk menandai resolusi yang terdapat pada piranti layar lebar 16:9 seperti proyektor home cinema.

Nilai resolusi sebuah proyektor diukur dengan satuan ANSI Lumens atau biasanya disebut Lumens saja. ANSI merupakan singkatan dari American National Standards Institute. Nilai ANSI ini menunjukkan format cahaya dan metode pengukuran. Sedangkan Lumens merupakan sebuah ukuran yang digunakan untuk menandai tingkat brightness atau kecerahan cahaya yang diproyeksikan. Sebagai gambaran saja, sebuah lilin parafin menghasilkan tingkat resolusi sebesar 13 Lumens, sebuah bola lampu 100 watt menghasilkan 1200 Lumens. Jadi semakin tinggi nilai Lumens, maka semakin nyata gambar yang dihasilkan dalam ukuran yang sama oleh sebuah proyektor. Ketika ukuran gambar diperbesar, Lumens yang ada akan disebarkan pada area yang lebih besar sehingga mengurangi tingkat kecerahan gambar.

Resolusi layar standar 4:3

  • SVGA memiliki resolusi 800 x 600
  • XGA memiliki resolusi 1024 x 768
  • SXGA+ memiliki resolusi 1400 x 1050

Resolusi layar lebar 16:9

  •  480p (WVGA) memiliki  resolusi 854 x 480
  • 720p (WXGA) memiliki resolusi 1280 x 720
  • 1080p (WUXGA) memiliki resolusi 1920 x 1080

C. Tips Memilih Proyektor

Nah, ketika kita berniat untuk membeli proyektor, maka ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Tetapi pada dasarnya ada tiga hal utama yang harus kita pertimbangkan, yakni resolusi, bobot, dan brightness.

  1. Resolusi
    Semakin tinggi resolusi sebuah proyektor, maka gambar yang ditampilkan pun semakin sempurna.  Sebagian besar proyektor menggunakan teknologi SVGA atau XGA. Bila Kita ingin memperoleh proyektor dengan resolusi yang lebih baik lagi, maka tentunya Anda harus merogoh kantong lebih dalam lagi. Teknologi SVGA dengan resolusi 800×600 cocok digunakan untuk menampilkan video, DVD, dan beberapa jenis presentasi Powerpoint. Sedangkan teknologi XGA atau WXGA memiliki resolusi yang lebih tinggi, yakni 1024 X 768 dan 1280 X 800. Tetapi tentu saja harganya pun lebih tinggi. Sementara itu bila Anda memiliki dana yang cukup dan membutuhkan proyektor dengan resolusi tinggi, maka Anda bisa memilih teknologi SXGA dengan resolusi 1280 X 1024 dan teknologi UXGA yang memiliki resolusi 1600 X 1200. Pengukuran resolusi proyektor sama dengan pengukuran resolusi monitor PC (Personal Computer). Semakin besar resolusinya, maka semakin besar pula ukuran layar dan semakin banyak yang bisa ditampilkan.
  2. Bobot
    Biasanya proyektor memiliki bobot kurang lebih antara 2 Kg hingga 3,5 Kg. Namun ada pula proyektor yang memiliki bobot kurang dari 2 Kg. Tentu saja proyektor yang ringan ini memiliki harga yang lebih tinggi. Proyektor yang memiliki bobot antara 2 Kg hingga 3,5 Kg memiliki fitur yang lebih lengkap bila dibandingkan dengan proyektor yang memiliki bobot di bawah 2 Kg. Proyektor yang memiliki bobot lebih dari 3,5 Kg juga tersedia. Proyektor seperti ini biasanya menawarkan sejumlah kelebihan meskipun cukup merepotkan bila dibawa bepergian. Bila Anda sering bepergian dengan membawa proyektor, maka pilihlah proyektor dengan bobot 2 kg.
  3. Brightness
    Brightness memegang peranan penting dalam penggunaan sebuah proyektor. Sebuah proyektor yang memiliki kemampuan brightness yang tinggi akan sangat mendukung bila Anda ingin menampilkan gambar dalam ukuran yang besar. Selain kemampuan brightness, intensitas cahaya dalam sebuah ruangan juga berpengaruh pada tampilan gambar proyektor. Pada sebuah ruangan dengan intensitas cahaya yang rendah, maka lampu proyektor akan terlihat dengan jelas. Sedangkan pada ruangan dengan intensitas cahaya yang tinggi, maka kemampuan brightness proyektor akan sangat berguna untuk menampilkan gambar dengan sempurna. Selain intensitas cahaya, media untuk menampilkan proyeksi juga memiliki pengaruh. Misalnya saja dinding. Dinding merupakan media yang buruk untuk menampilkan proyeksi sebab dinding tidak memantulkan cahaya dengan baik. Sedangkan layar proyektor memiliki kemampuan untuk memantulkan cahaya dengan baik sehingga mampu menampilkan proyeksi dengan sempurna. Proyektor biasanya memiliki 2000-3000 ANSI Lumens. Proyektor kurang dari 2000 ANSI Lumens akan menampilkan proyeksi yang terlihat suram. Sedangkan proyektor lebih dari 3000 ANSI Lumens akan menampilkan proyeksi yang sangat terang.
  4. Contrast Ratio
    Contrast Ratio berguna untuk mengukur bagian tergelap dan warna hitam, serta bagian paling terang dan warna putih yang terproyeksi. Contrast Ratio berfungsi memperkirakan tingkat cahaya proyektor untuk semua jenis kondisi cahaya ruangan. Semakin besar Lumens, maka semakin terang gambar yang diproyeksikan. Semakin terang suatu ruangan, maka semakin tinggi tingkat Lumens yang diperlukan.
  5. Fitur plug and play
    Sebagian besar proyektor portabel masa kini telah menggunakan fitur plug and play, mudah digunakan dan bisa disetting dengan tepat. Jadi, Anda hanya membutuhkan soket listrik saja. Anda cukup menancapkan kabel proyektor di soket listrik saja dan proyektor pun siap digunakan.
  6. Fitur-fitur tambahan
    Perhatikanlah pada fitur-fitur khusus yang mungkin bisa memenuhi kebutuhan khusus Anda. Fitur-fitur yang bisa menjadi pertimbangan, antara lain:
  • Memory card, piranti ini dapat menggantikan peran notebook untuk menyimpan bahan presentasi.
  • Nirkabel atau wireless, untuk mempermudah pengguna
  • Kemampuan Networking, untuk pengoperasian dari tempat lain yang berjauhan.
  • Digital Keystone Correction, untuk meningkatkan fleksibilitas penempatan proyektor.
  • Input Video Komponen, untuk kualitas video yang lebih baik

 

 

Sumber : Teknik Mengubah PC Menjadi Home Theater
Penulis : Jubilee Enterprise
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo

 

 

 

PORTAL GURU PEMBELAJAR

Untitled

Guru memiliki tugas, fungsi, dan peran yang penting dalam mencerdaskan kehidupanbangsa. Supaya dapat melaksanakan tugas, fungsi dan peran tersebut, guru perluuntuk meningkatkan profesionalismenya secara berkelanjutan. Sebagai langkahmengaktualisasikan guru professional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaanmengembangkan program kegiatan Guru Pembelajar (GP). Program GP merupakankegitan yang penting bagi pengembangan diri guru. Karena jumlah guru yang banyakdan tersebar di seluruh Indonesia, maka dikembangkan sistem GP secara elektronikdengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang kemudiandisebut Guru Pembelajar Moda Daring (dalam jaringan). Dengan penggunaan modadaring ini, diharapkan semua guru peserta dapat secara aktif dalammengaksessumber belajar, belajar secara individu sesuai kebutuhan, dan dapat saling berbagipengetahuan/keterampilan dan pengalaman dengan guru lainnya).
Guru Pembelajar Moda daring ini terdiri dari 3 (tiga) model yaitu GP Moda Daring Penuh-Model 1, GP Moda Daring Penuh-Model 2, dan GP Moda Daring Kombinasi. GP Moda Daring Penuh-Model 1 hanya melibatkan pengampu dan guru sebagaipeserta. Selama proses pembelajaran, peserta dibimbing dan difasilitasi secaradaring oleh pengampu. GP Moda Daring Penuh-Model 2 melibatkan pengampu,mentor, dan peserta.GPmoda daring model ini menggabungkan interaksi antarapeserta dengan mentor dan atau pengampu, yang hanya dilakukan secara daring.Sedangkan pada moda kombinasi ini, peserta melakukan interaksi belajar secaradaring dan tatap muka. Interaksi belajar secara daring dilakukan secara mandiridengan memanfaatkan teknologi informasi dan pembelajaran yang telah disiapkansecara elektronik, dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, sedangkaninteraksi tatap muka dilaksanakan bersamaan dengan peserta GP lainnya di pusatbelajar (PB) yang telah ditetapkan sesuai dengan SK Penetapan KKG dan difasilitasioleh seorang mentor.

Untuk memahami lebih lanjut Portal Guru Pembelajar sampai Sekretariat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud memberikan Hak Akses SIM Terpadu Pelatihan Guru dan Tenaga Kependidikan kepada bapak/ibu guru, berikut kami lampirkan Manual Books/Buku Panduan Guru Pembelajar Moda Daring yang terbagi menjadi 3 (tiga) Buku Panduan :

1. Manual Untuk Admin, Pengampu dan Mentor
2. Manual Untuk Peserta
3. Modul Dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi

sekian dan terima kasih, mohon maaf jika ada kekurangan

best_regards

KONVERSI BIDANG STUDI SERTIFIKAT PENDIDIK PETUNJUK TEKNIS GURU DALAM JABATAN

Ditjen GTK   SertifikasiA. LATAR BELAKANG

Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan telah dilaksanakan sejak tahun 2007.
Sertifikasi tersebut dilakukan terhadap guru dalam berbagai mata pelajaran dengan 3
(tiga) jalur yaitu Portofolio, Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), dan
Pemberian Sertifikat Pendidik Langsung (PSPL). Secara teknis semua guru yang
mengikuti proses sertifikasi guru memiliki nomor peserta yang melekat pada guru
tersebut hingga yang bersangkutan dinyatakan lulus. Nomor peserta tersebut tertulis
pada sertifikat pendidik yang diterima oleh guru yang secara eksplisit memberikan
informasi dalam bentuk kodefikasi angka antara lain: tahun, propinsi, kota/kabupaten,
mata pelajaran dan nomor urut peserta.
Informasi tentang mata pelajaran tercantum pada digit ke-7, 8 dan 9 (3 digit) dalam
nomor peserta sertifikasi. Kode mata pelajaran pada nomor peserta dijelaskan pada
Pedoman Sertifikasi Guru Buku 1 Pedoman Penetapan Peserta. Kodefikasi mata
pelajaran tersebut mengalami perubahan pada tahun 2009 karena penyesuaian
dengan kebijakan dan ketetapan yang berlaku tentang mata pelajaran dan jenis guru
yang mengajar di sekolah. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan
Mutu Pendidikan (BSPDMPK-PMP) telah mengeluarkan surat nomor
26269/J/LL/2012 tanggal 9 Oktober 2012 tentang Penyesuaian Kode dan Nama
Bidang Studi Sertifikasi. Pada surat tersebut dilampirkan aturan penyesuaian kode
mata pelajaran yang digunakan pada tahun 2006 hingga 2008 ke sistem pengkodean
tahun 2009.
Berdasarkan surat tersebut, dalam rentang tahun 2012-2013, telah dilaksanakan
proses konversi kode peserta sertifikasi guru melalui LPTK/Rayon penyelenggara
sertifikasi. Akan tetapi, hingga saat ini masih terdapat peserta sertifikasi guru yang
belum mengajukan konversi sehingga kode mata pelajaran yang tercantum pada
sertifikat tidak terbaca sebagai mata pelajaran yang dikenal menurut sistem kode mata
pelajaran tahun 2009.
Untuk itu Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) merancang aplikasi untuk
sistem komputerisasi konversi data sertifikat pendidik yang akan digunakan oleh
Dinas Pendidikan Kab./Kota dan LPTK/Rayon penyelenggara sertifikasi guru dalam
proses konversi nomor peserta sertifikasi guru menurut aturan yang telah ditetapkan.

B. PENJELASAN UMUM
Sehubungan dengan banyaknya usulan konversi bidang studi atau mata pelajaran yang
tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya, maka berikut ini dijelaskan pengertian
konversi dan perbaikan sertifikat pendidik.

Dalam panduan ini hanya mengatur
proses konversi, sedangkan perbaikan sertifikat pendidik tidak diatur.
1. Konversi Bidang Studi atau Mata Pelajaran
Rasionalisasi adanya konversi bidang studi atau mata pelajaran sertifikasi guru
dijelaskan sebagai berikut.

  • Penyesuaian kode mata pelajaran dengan struktur kurikulum yang berlaku
    sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor
    22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar
    Kompetensi Lulusan, dan Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
    dan Kompetensi Guru.
  • Pemberlakuan Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 251/C/KEP/MN/2008 Tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan (SMK) yang mulai diimplementasikan pada tahun 2009.

Konversi atau penyesuaian kode bidang studi sertifikasi guru hanya
diperuntukkan bagi peserta sertifikasi guru tahun 2007 dan 2008 untuk bidang
studi tertentu. Dengan adanya perubahan kode dan nama bidang studi tersebut,
maka pemilik Sertifikat Pendidik tahun 2007 dan 2008 akan mengalami
perubahan nomor peserta dan bidang studi sertifikasi guru sebagaimana
tercantum dalam Sertifikat Pendidik.
2. Perbaikan Kode Bidang Studi atau Mata Pelajaran
Perbaikan kode bidang studi ini dapat diproses dengan beberapa kondisi sebagai
berikut.

  • Ketidaksesuaian penulisan kode bidang studi dengan penyebutan nama
    bidang studi dalam sertifikat pendidik.
  • Ketidaksesuaian kode bidang studi dan nama bidang studi dengan pada saat
    pelaksanaan sertifikasi guru (PF, PLPG, PSPL) di perguruan tinggi sebelum
    digunakan aplikasi pencetakan sertifikat.
  • Guru SLB yang menggunakan kode 027 sesuai surat Kepala BSPDMPK-PMP Nomor 23623/J/LL/2014 tanggal 6 Oktober 2014 tentang Penggantian Nomor Kode Bidang Studi Bagi Guru SLB yang Bersertifikat Pendidik.

Untuk tujuan pengendalian, saat ini proses konversi dilakukan dengan menggunakan
aplikasi. Menu konversi data sertifikat pendidik dalam aplikasi merupakan menu yang
disediakan bagi peserta sertifikasi yang harus dilakukan penyesuaian pada sertifikat
pendidiknya sebagai tindak lanjut dari surat edaran Kepala BSPDMPK-PMP nomor
26269/J/LL/2012 tanggal 9 Oktober 2012 tentang Penyesuaian Kode dan Nama
Bidang Studi Sertifikasi.

C. MEKANISME
Mekanisme proses konversi kode mata pelajaran dilakukan sebagai berikut.

1. Guru yang memiliki no peserta dengan kode yang tidak tercantum pada kode mata
pelajaran tahun 2009, mengajukan permintaan konversi kepada dinas pendidikan
kabupaten kota dimana guru tersebut bertugas. Konversi hanya dapat dilakukan
berdasar pada aturan konversi yang telah dikeluarkan oleh kepala BPSDMPMP.
Guru menyiapkan dokumen pendukung antara lain:

  • sertifikat pendidik
  • dokumen portofolio atau Jadwal kelas PLPG
  • SK Tugas Mengajar sejak menerima sertifikat pendidik
  • surat keterangan dari kepala sekolah

2. Dinas pendidikan kabupaten kota melakukan beberapa hal sebagai berikut.

  • Menghimpun Peserta Sertifikasi Guru yang perlu di konversi sesuai aturan
    yang ada.
  • Memeriksa kesesuaian pengajuan berdasarkan aturan yang berlaku (Tabel
    konversi).
  • Memastikan guru yang mengusulkan konversi adalah guru yang berada pada
    wilayah kerjanya.
  • Memastikan guru memiliki dokumen yang dapat mendukung keputusan
    pengajuan konversi misalnya:
    1) sertifikat pendidik asli dan surat keterangan perbaikan yang menyertai sertifikat jika ada;
    2) dokumen portofolio atau Jadwal kelas PLPG;
    3) SK mengajar pada tahun yang bersangkutn mengikuti sertifikasi guru; dan dokumen lain yang relevan.
  • Melakukan penginputan data dengan benar dan mengajukan permintaan
    konversi melalui aplikasi konversi mata pelajaran sertifikasi guru kepada
    rayon penyelenggara sertifikasi guru yang bersangkutan.
  • Mengusulkan ke LPTK Pelaksana/yang menerbitkan sertifikat pendidik
  • Menerima surat keterangan konversi yang dilanjutkan ke peserta.

3. LPTK/Rayon penyelenggara melakukan beberapa hal sebagai berikut.

  • Menerima usulan konversi dari dinas dan melakukan verifikasi terhadap pengajuan konversi tersebut.
  • Memeriksa kesesuaian pengajuan berdasarkan aturan yang berlaku (Tabel
    konversi).
  • Memastikan dokumen penilaian sertifikasi dan konversi yang diajukan telah
    sesuai dengan pertimbangan kesesuaian kode mata pelajaran dengan
    pelaksanaan sertifikasi guru yang bersangkutan baik dalam proses portofolio
    maupun PLPG.
  • Menerbitkan surat keterangan konversi yang dicetak dari aplikasi konversi
    mata pelajaran sertifikasi guru setelah ada persetujuan Ditjen GTK.

Approval (Persetujuan) Pengajuan Edit Data Peserta Didik Dinas Pendidikan Kab/Kota

Assalamu Alaikum,
kali ini kita akan membahas Approval Perubahan Identitas Data (Edit Data) Peserta Didik, dimana Proses Approval/Persetujuan Perubahan Identitas Peserta Didik (Nama, Tempat & Tanggal Lahir, Ibu Kandung serta Jenis Kelamin) saat ini Dapat dilakukan Oleh Op. VervalPD Dinas Pendidikan Kab/Kota, Sedangkan Approval Perubahan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) tetap dilakukan oleh Administrator Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) Kemdikbud. berikut ini jabaran singkat Proses Approval Perubahan Identitas Peserta Didik tersebut.

1. PROGRES PENGELOLAAN REFERENSI DATA PESERTA DIDIK

1

2. KEWENANGAN PENGELOLA REFERENSI DATA PESERTA DIDIK

2

3.SKEMA APPROVAL PERUBAHAN IDENTITAS

3

4. SPOILER APPROVAL PERUBAHAN IDENTITAS OP. VERVAL PESERTA DIDIK DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA

4

5. LANGKAH-LANGKAH PROSES VERIFIKASI DATA PRA APPROVAL

5

6. PENGAJUAN APPROVAL EDIT DATA “TERTOLAK” DENGAN ALASAN :

Pengajuan Edit Data Identitas (Nama, Tempat & Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Nama Ibu Kandung) yang di TOLAK :

  1. Dokumen terlampir tidak sesuai, misalnya

a.Mengajukan perubahan identitas yang tidak sesuai dengan dokumen terlampir. Hal ini kemungkinan terjadi karena salah ketik atau salah melampirkan dokumen siswa.

b.Mengajukan perubahan identitas karena alasan sakit atau perceraian yang tidak melampirkan dokumen lama dan dokumen baru.

c.Mengajukan perubahan Nama ibu kandung dengan melampirkan dokumen seperti Ijazah atau SKHUN yang tidak berisi informasi Nama Ibu Kandung

  1. Dokumen terlampir tidak terbaca
  2. Dokumen terlampir berupa fotocopy yang Tidak dilegalisir oleh Kepala Sekolah
  3. Dokumen terlampir berupa foto siswa, dll

Demikian Penjelasan Proses Approval Edit Data (Identitas Peserta Didik) VervalPD, semoga bermanfaat & Salam Semangat Satu Data Berkualitas

best_regards

Mengaktifkan Copy/Paste di Command Prompt (CMD) di Windows 10

Untuk kamu yang sering menggunakan CMD atau Command Prompt untuk mengatur atau mengaktifkan sebuah fungsi di Windows, maka pada Windows 10 kali kita akan mempelajari cara mengaktifkan sistem Copy/Paste atau biasa dikenal COPAS agar bisa copy paste teks di Command Prompt atau CMD. Pada Windows 10, pengguna bisa menggunakan fungsi kombinasi tombol atau shortcut keyboard CTRL + C dan CTRL + V tetapi harus diaktifkan terlebih dahulu. Dikutip dari Howtogeek, ini cara mengaktifkan fungsi copy paste di Command Prompt.

Cara Mengaktifkan Fungsi Copy Paste di CMD

  • Masuk ke Command Prompt, klik kanan pada Title bar seperti pada gambar di bawah ini, kemudian pilihProperties.
    shortcut-keyboard-windows-10-1
  • Pada bagian Properties, pilih Tab Experimental. Centang bagian Enable new Ctrl key shortcuts.
    shortcut-keyboard-windows-10-2

Dengan mengaktifkan fungsi/fitur tersebut maka kita sudah bisa menggunakan fungsi dari copy paste menggunakan CTRL+C dan CTRL+V di shortcut keyboard milikmu ke dalam Command Prompt tanpa harus lagi mengetik atau bahkan melirik perintah cmd (Seperti penulis biasa lakukan 😀 )

sekian pembahasan tentang Mengaktifkan Copy/Paste di Command Prompt (CMD), semoga bermanfaat.

best_regards

Manajemen Dapodik Ditjen Dikdasmen 2015 (Manajemen UN 2015) versi KK-Datadik (Op. Dinas Pendidikan) Kab/Kota

Manajemen Dapodik Ditjen Dikdasmen 2015Pada Kesempatan ini kita akan membahas sekilas tampilan dan fungsi Aplikasi Manajemen UN versi KK-Datadik (Kelompok Kerja Pendataan Pendidikan) setingkat Dinas Pendidikan Kab/Kota.

pada aplikasi manajemen ini, menu tampilan terbagi dalam beberapa menu, diantaranya :

  1. Beranda : berisi tampilan Profile Pengguna Aplikasi Manajemen Dapodik Ditjen Dikdasmen
    Manajemen Dapodik
  2. Gugus Sekolah : Penentuan Status Sekolah antara Sekolah Inti dan Sekolah Imbas yang terdapat pada Tab Menu Aplikasi Dapodikdas 2015
    Manajemen Dapodik
  3. Usulan K.13 : Penetapan Sekolah-Sekolah yang akan melaksanakan/Menerapkan Kurikulum 2013
    Manajemen Dapodik

    cek syarat Usulan K.13
    Manajemen Dapodik

  4. Sekolah Setor UN : menu dimana Op. Dinas Pendidikan Kab/Kota melakukan verifikasi status Setoran Berita acara dan Daftar Nama Calon Peserta UN dari Satuan Pendidikan yang ditandai dengan Perubahan Status dari “Belum Terima” Menjadi “Sudah Terima” beserta Tanggal Serah Terima Berita acara dan Daftar Calon Peserta UN dari Satuan Pendidikan.

    Sudah Diterima/Belum diterima
    Manajemen Dapodik

    Tanggal Diterima
    Manajemen Dapodik

    Sekian Spoiler/Tampilan dari Aplikasi Manajemen Dapodik Ditjen Dikdas 2015 Versi KK-Datadik (Op. Dinas Pendidikan) Kab/Kota, semoga bermanfaat dan penulis memohon maaf bila pada penjelasan diatas terdapat kekeliruan.

    Terima Kasih

SIM Penilaian Kinerja Guru (SIM PKG) Dit. P2TK Dikdas Kemdikbud. (Part II-Selesai)

Pada Tulisan sebelumnya, sudah dibahas tentang Penjelasan SIM Penilaian Kinerja Guru (SIM PKG), pada tulisan ini akan membahas tentang proses kerja SIM Penilaian Kinerja Guru/SIMPAK Modul PKG Dit, P2TK Dikdas Kemdikbud.

Caranya masih sama seperti pada artikel sebelumnya, Pengawas Pembina harus Login menggunakan User Name dan Password yang telah diberikan oleh Op. SIM Tunjangan Profesi Dinas Pendidikan Kab/Kota dengan Alamat Link :
http://223.27.144.197:9000/

Setelah pengawas sukses Login, langsung menuju Ke Menu Data Guru
SIMPAK Modul PKG

Klik Guru Binaan yang akan dilakukan Proses Entry Nilai PK Gurunya, kemudian Klik menu Data PKG akan tampil menu seperti berikut ini

SIMPAK Modul PKG

Isikan Nilai PK Guru untuk Guru Kelas/Mata Pelajaran dengan mengklik menu “Edit Rincian”, sedangkan Untuk PTK dengan Tugas Tambahan (Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah) pengawas Pembina juga harus menginputkan Nilai PK Tugas Tambahan dengan mengklik “Edit Rincian”  sesuai hasil penilaian dan Point-point hasil Penilaian yang sudah tercantum dalam aturan Pnelian Kinerja Guru (Permendiknas No. 35 Tahun 2010).

Tampilan Menu “Edit Rincian” SIM PK Guru
SIMPAK Modul PKG

Setelah semua Nilai Kompetensi telah diinputkan, Pengawas Pembina mengklik menu “SIMPAN” dan menutup menu Rincian Rekap PK Guru. dan berlanjut ke Penilaian Kinerja Tugas Tambahan (Jika PTK tersebut memegang Jabatan Tugas Tambahan Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah), dengan proses dan dasar penilaian yang sama dengan Penilaian Kinerja Guru Kelas/Mata Pelajaran.

akan tampil nilai/hasil penilaian kinerja guru (Perhatikan tanda elips berwarna merah pada gambar dibawa), selanjutnya Pengawas Pembina melakukan Proses Simpan hasil Input Nilai PK Guru dengan Mengklik menu “simpan” yang terdapat pada Pojok Kanan Bawah Aplikasi SIM PK Guru, dan Jika pengawas Pembina ingin menampilkan Rumusan Perhitungan PK Guru, Klik Menu Hitung yang terdapat pada Pojok Kanan bawah.  Contoh (Perhatikan Gambar)
SIMPAK Modul PKG

Untuk mencetak hasil penilaian, Klik Menu Cetak PK.
simpak-modul-pkg4

pada Menu Cetak PK terdapat 3 Pilihan Cetak Penilaian :
-Guru Mapel/BK : mencetak REKAP HASIL PENILAIAN KINERJA GURU KELAS/MATA PELAJARAN
-Tugas Tambahan : mencetak REKAP HASIL PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH (Tugas Tambahan)
-Perhitungan : mencetak FORMAT PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT PK GURU

Tampilan Lembaran Hasil Penilaian (Rekap) Penilaian Kinerja Guru dan Tugas Tambahan, menampilkan Biodata Kepegawaian beserta Nilai/Hasil Penilaian Kinerja yang dilakukan oleh pengawas sekolah dengan Barcode yang diberikan secara Otomatis oleh Sistem Aplikasi SIM Penilaian Kinerja Guru.

Contoh : Rekap Hasil Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
SIMPAK Modul PKG

Sekian tulisan tentang Proses Input Penilaian Kinerja Guru yang akan dilakukan oleh Pengawas sekolah sebagai salah satu syarat penerbitan dan penyaluran Tunjangan Profesi bagi Pengawas Pembina.

Semoga bermanfaat,
Sekian dan terima kasih
Mohon maaf bila tulisan ini mengandung kelancangan, bukan lupa dengan tupoksi tapi murni ingin berbagi.