Maksud dan Tujuan Generate Prefill Aplikasi Dapodikdas

Jika mendengar kalimat Generate Prefill, mungkin bagi Operator Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Operator Sekolah Khususnya sudah tidak asing lagi, tapi yuk kita maknai lagi apa maksud dan tujuan “Generate Prefill”..

Prefill (dalam Pendataan Dapodik) Adalah database awal hasil uploading data pada Aplikasi Dapodik v 13.0.1 (tahun 2012) yang dipackage ulang, sehingga ketika proses registrasi berhasil dilakukan, Operator Sekolah hanya mengentrykan data-data yang belum termuat pada Aplikasi Dapodik v 13.0.1, contohnya Siswa Baru dan Pemetaan Rombongan Belajar (Jumlah Siswa dan PTK yang mengajar di dalam Rombel/kelas)

Generate Prefill adalah pembaharuan data Lokal (Aplikasi) yang diambil dari proses pengiriman/Sinkronisasi data antara data Local (Aplikasi) dan Server Dapodikdas, dengan tujuan untuk memasukkan kembali data hasil sinkronisasi data Local (Aplikasi) yang tersimpan pada Server Dapodikdas Ditjen Dikdas Kemdikbud yang dikarenakan karena beberapa hal,

1. Aplikasi Dapodikdas Corrupt (Database)
2. Laptop/Media Pengentryan data terserang Virus
3. Kerusakan Komponen/Hardware media entry (HDD), yang mengakibatkan database Aplikasi tidak bisa diselamatkan

Tidak seperti tahun lalu (Dapodik v 13.0.1), Dapodikdas 2013 ini, Operator Sekolah tidak bisa melakukan pengambilan database/prefill hasil sinkronisasi terakhirnya secara mandiri, dikarenakan akses untuk melakukan generate prefill hanya diberikan kepada Op Dinas Pendidikan Kab/Kota (KK Datadik) dan CS (Client Service) dalam hal Ini Admin Pusat Aplikasi Dapodikdas Ditjen Dikdas Kemdikbud.

Langkah-Langkah Generate Prefill Aplikasi Dapodikdas (Khusus Op Dinas Pendidikan Kab/Kota) :
1. Sinkronisasi (proses pengiriman Data ke server harus berhasil)
2. Login Ke laman Login Manajemen (Operator Sekolah tidak bisa melakukan Akses)
3. Klik tab “Management”, “Data Prefill”
4. Cari Kecamatan di mana Sekolah yang akan dilakukan generate prefill berada
5. Kemudian Klik “Tampilkan”
6. Setelah Sekolah tersebut ditemukan, pada Kolom “Opsi”, Klik ‘Generate”, dan Tunggu Sampai ada Notifikasi browser “Prefill Berhasil dibuat”

Setelah generate prefill berhasil, buka website Pendataan Dapodikdas (Info Pendataan) kemudian Pilih Menu Download Data Prefill kemudian masukkan Kode Registrasi Sekolah untuk melakukan Download prefill, setelah itu klik “Download”,
(Lihat Gambar)
Gambar

setelah prefill selesai didownload, Silahkan lakukan Registrasi menggunakan user dan Password yang sama (Keadaan Awal Registrasi pra sinkronisasi).

Sekian Tulisan Tentang Maksud dan Tujuan Prefill Aplikasi Dapodikdas,
Semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan,
(Dah ngantuk soalnya :D )
Wassalam.. zzzzZZZZzz

APLIKASI PENDATAAN DAPODIKMEN (Draft)

Gambar

DASAR HUKUM
-Permendikbud nomor 1 tahun 2012 tentang organisasi dan tata kerja kementerian pendidikan dan kebudayaan.
-Instruksi Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2011
-Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)
-Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
-Surat Edaran nomor: 0293/MPK.A/PR/2014 tentang Pelaksanaan Instruksi Mentri nomor 2 tahun 2011

Penjelasan Aplikasi DAPODIKMEN

1. Aplikasi DAPODIKMEN adalah Penyatuan Aplikasi Pendataan dengan arah requirement sistem lebih besar (penyatuan database, user interface dan sinkronisasi)
2.Data hasil sinkronisasi dari PAS ke server DAPODIKMEN tahun 2013 dimigrasikan ke server DAPODIKMEN yang baru.
3. Prefill adalah data awal pada Aplikasi DAPODIKMEN. Data prefill adalah hasil generate/package dari data di server DAPODIKMEN baru.
4.Jika Sekolah sudah melakukan sinkronisasi data dari PAS ke server DAPODIKMEN, maka Sekolah melakukan ubah / update data.
5. Bagi Sekolah yang belum melakukan sinkronisasi data dari PAS ke server DAPODIKMEN hanya akan mendapatkan prefill yang memuat data identitas sekolah saja dan melakukan input data di aplikasi DAPODIKMEN.
6.Input data pada Aplikasi DAPODIKMEN diharuskan lengkap dan valid
7.Aplikasi DAPODIKMEN dapat melakukan pendeteksian seorang guru yang mengajar pada lebih dari satu Sekolah (merge).
8.Pada saat sinkronisasi terjadi proses dua arah.
9.Tidak Ada Menu Backup – Restore database lokal.
10.Tidak ada Menu Import data, Input data hanya bisa dilakukan secara manual
11.Pengiriman data melalui proses sinkronisasi ke server dikmen (disarankan menggunakan koneksi langsung tanpa proxy)
12.Kode registrasi adalah “kunci” untuk mengakses Aplikasi Dapodikmen. Pada kegiatan ini, Kode registrasi dapat diperoleh dari tim pengembang (kedepan direncanakan diperoleh di KKDATADIK). Pastikan Anda menggunakan kode registrasi sekolah Anda sendiri dan tidak membagi/menginformasikan kode ini pada pihak yang tidak berkepentingan. Kode Registrasi digunakan pada saat registrasi awal di aplikasi (aktivasi).
13.Username/email yang diisi pada saat registrasi harus aktif.Password yang diisi adalah password sesuai dengan yang diinginkan pengguna, digunakan pada saat pengguna akan login ke dalam Aplikasi

Overview Aplikasi DAPODIKMEN

Aplikasi DAPODIKMEN :
• Model: Web-based
• Platform: LAMPP stack
• Database: Postgresql 9.2
• Instalasi dipack berupa setup.exe

Spesifikasi minimal hardware dan software :
• Komputer: PC Desktop Dedicated
• Processor: Pentium Core Duo
• OS: Windows XP SP2, Windows Vista, Windows 7, Windows 8 dan
Windows Server 2003 atau yang terbaru
• RAM minimum: 512MB
• Harddisk: 250 MB
• Browser Menggunakan Google Chrome atau Mozilla Firefox terbaru
• Bersih dari virus/program yang dapat menggangu instalasi

Pra Instalasi Aplikasi DAPODIKMEN

1. Baca manual aplikasi DAPODIKMEN
2.Siapkan Komputer/Laptop dengan resolusi layar minimal 1024×768. Disarankan untuk tidak menggunakan Netbook.
3.Pastikan di komputer/laptop sudah terinstal web browser Firefox atau Chrome versi terbaru (tanpa plugin / tools tambahan)
4.Download Aplikasi DAPODIKMEN yang direkomendasikan/terbaru. Aplikasi dapat di download di http://202.92.204.193:8090
5. Download prefill untuk sekolah anda di http://202.92.204.194/prefill
6.Pastikan sudah memiliki Kode Registrasi sekolah.
7.Setting Waktu Lokal / Komputer  pilih GMT+07.00 untuk WIB (disesuaikan dengan zona waktu masing masing)

ROAD MAP DAPODIKMEN
2014:
-SKTP & Aneka Tunjangan
-BOS
-Rehab
2015:
-UN – Puspendik
-SNMPTN & SBMPTN
-Antar Jenjang (PDPT – Dapodikdas – Dapodikmen)

ALUR APLIKASI DAPODIKMEN
Gambar

Alur Entry DAPODIKMEN

Gambar

Untuk Penjelasan Yang Lebih, Tentang Aplikasi Pendataan DAPODIKMEN Ditjen Dikmen Kemdikbud,
berikut saya lampirkan beberapa Penjelasan tentang Aplikasi Pendataan DAPODIKMEN dan Manual Book Aplikasi Pendataan DAPODIKMEN.
1. (Draft) Panduan Teknis Penggunaan Aplikasi Dapodikmen Ditjen Dikmen Kemdikbud
2. Kebijakan Pendataan dan Penggunaan Teknis
3. Manual Book DAPODIKMEN (Sekolah Menengah Atas)
4. Manual Book DAPODIKMEN (Sekolah Menengah Kejuruan)
5. Manual Book DAPODIKMEN (Sekolah Menengah Luar Biasa)

TERIMA KASIH,
SALAM SATU DATA BERKUALITAS!!Gambar

Cara Mengetahui Kode Bidang Studi Sertifikasi Guru Berdasarkan Nomor Peserta Sertifikasi

Nomor peserta sertifikasi guru adalah nomor identitas yang dimiliki peserta sertifikasi guru dan spesifik untuk masing-masing peserta. Oleh karena itu nomor peserta tidak ada yang sama, tidak boleh salah, dan harus diingat.
Nomor peserta ini akan digunakan terus oleh peserta mulai pelaksanaan sertifikasi guru sampai dengan penyaluran tunjangan profesi guru. 
Nomor peserta sergu terdiri dari 14 digit yang masing-masing digit mempunyai arti dengan rumusan kode digit sebagai berikut:

Contoh :
Berikut Sertifikat Pendidik Guru (Mohon Maaf beberapa tulisan saya sembunyikan, dan Gambar Sertifikat Pendidik ini berasal dari Kab. Pandeglang Banten)
Gambar

Perhatikan Kalimat “Nomor Peserta:”, pada gambar tertulis 14 Digit Angka yang menandakan bahwa Nomor Peserta Sertifikasi Guru untuk Guru “Fulan” adalah “07280110700005″, untuk mengetahui Kode Bidang Studi Sertifikasi Guru Tersebut maka kita lakukan pengejaan ke-14 Digit Nomor Peserta Sertifikasi diatas :
a. Digit 1 dan 2 adalah kode tahun pelaksanaan sertifikasi guru ( 07 = Tahun 2007 )
b. Digit 3 dan 4 adalah kode provinsi  ( Kode Provinsi Banten = 28 )
c. Digit 5 dan 6 adalah kode kabupaten/kota ( Kode Kabupaten Pandeglang = 01 )
*(Kode Wilayah “Provinsi maupun Kab/Kota” bisa dilihat pada Pusat Data Statistik Pendidikan “PDSP)

Khusus untuk SLB diisi nomor kode kabupaten/kota dimana guru tersebut mengajar.
d. Digit 7, 8, dan 9 adalah kode bidang studi yang disertifikasi (Kode Bidang Studi yang disertifikasi = 107
e. Digit 10 adalah kode kementerian 
*1) Kementerian Pendidikan Nasional, kode “1”.
 2) Kementerian Agama, kode “2”.
f. Digit 11 s.d. 14 adalah nomor urut peserta sesuai dengan nomor urut pada SK Penetapan Peserta Sertifikasi Guru pada Aplikasi AP2SG ( 0005 )

maka Kode Bidang Studi Sertifikasi untuk Guru pada Sertifikat Pendidik adalah “107 : Pendidikan Jasmani dan Kesehatan”,
untuk lebih jelas mengenai kode bidang studi sertifikasi guru dan konversi kode bidang studinya silahkan pahami tabel Konversi Bidang Studi yang bisa diunduh disini

Mohon Maaf jika ada kesalahan maupun kekurangan dalam pemaparan “Cara Mengetahui Kode Bidang Studi Sertifikasi Guru Berdasarkan Nomor Peserta Sertifikasi Sertifikasi”
Sekian dan Terima Kasih

Jadwal Penerbitan SKTP dan Persiapan penyaluran Tunjangan Profesi Khusus untuk data yg digunakan dalam penerbitan SK Tunjangan Profesi

Gambar

Jadwal Penerbitan SKTP dan Persiapan penyaluran Tunjangan Profesi
Khusus untuk data yg digunakan dalam penerbitan SK Tunjangan Profesi

1. Jika SKTP untuk pembayaran TW1 belum terbit per maret, maka guru yg sudah sertifikasi tidak perlu cemas, kami masih menunggu datanya sampai bulan Mei (kami tunggu sekitar 2 bulan) untuk memperbaiki data dan dikirimkan kembali melalui dapodik, bukan dgn BSD lagi dan hak tunjangannya sejak Januari tidak hilang (akan tetap dibayar sejak januari sd Juni). Tapi Jika lewat bulan Mei atau pertengahan Juni, maka tunjangan TW 1 dan TW 2 (6 bulan) hangus karena kami anggap tidak memenuhi syarat untuk diterbitkan SKTPnya. 

2. Untuk penerbitan SKTP TW 3 dan TW4 (periode Juli sd Desember), kami akan menghapus semua data dapodik semester sebelumnya, dan sekolah wajib mengirimkan kembali data dapodik semester 1 tahun ajaran 2014/2015 yang akan digunakan untuk pengecekan persyaratan penerbitan SK TW3 dan TW4. Guru yg sudah sertifikasi tidak perlu cemas, kami masih menunggu datanya sampai bulan November (kami tunggu sekitar 5 bulan) untuk memperbaiki data dan dikirimkan kembali melalui dapodik, bukan dgn BSD lagi dan hak tunjangannya sejak Juli tidak hilang (akan tetap dibayar sejak juli sd Desember). Tapi Jika lewat bulan November, maka tunjangan TW 3 dan TW 4 (6 bulan) hangus karena kami anggap tidak memenuhi syarat untuk diterbitkan SKTPnya. 

3. Hindari menggunakan jam guru yang sudah terbit SKTP-nya untuk diberikan ke guru lain dgn tujuan agar guru lain tersebut dapat JJM dan terbit SKYP-nya (jangan tukar-tukar JJM). Sistem akan mencatat historis kepemilikan JJM, Jika ada indikasi tersebut maka guru yang memberi JJM kepada guru lain dan Guru lain yang menerima akan kami stop tunjangannya. 

4. Aturan ini tidak berlaku bagi tunjangan khusus, Fungsional, dan Bantuan Kualifikasi Akademik. Hal ini disebabkan ke 3 tunjangan ini sudah habis kuotanya sejak SK terbit pada bulan Maret.

 
Sumber : Bapak Tagor Alamsyah Harahap (Dit. Profesi Pendidik Kemdikbud)

Penjelasan Proses/Alur Replikasi Data Dapodikdas dan Data P2TK Dikdas berbeda (Delay) dengan data yang diupload Operator Sekolah pada Lembar Lapor Tunjangan Dikdas

Tulisan ini saya ambil dari tulisan salah satu Admin Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (Ditjen Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Nazaruddin Kompetan, tentang Data yang diupload oleh operator sekolah berbeda dengan data hasil replikasi dari server Dapodikdas ke server P2TK Dikdas.

Masih banyak teman-temen operator yang masih menanyakan kenapa data yang diuploadnya masih belum masuk kedalam Info PTK,?? kenapa data yang tampil adalah data lama?? kenapa rombelnya masih kosong?? dan sebagainya..
jawaban awal Update Data Terakhir (Hasil Replikasi) antara server Dapodikdas dan server P2TK Dikdas kadang menampilkan data minggu lalu, karena proses Replikasi Data kadang berlangsung 3-4 hari, alasannya ada proses sinkronisasi lagi antara server Dapodikdas dan server P2TK Dikdas yang aturan mainnya sama seperti Dapodik 2012 Lalu.
Jika melakukan Rollback ke Dapodik 2012 lalu ada beberapa Status Pengiriman :
1. Belum terkirim : sudah jelas.
2. Diterima via web : ini hanya bisa dilakukan oleh dinas kabkota. Jadi file sekolah diunggahkan/diuploadkan oleh dinas kabkota melalui manajemen pendataan.
3. Diterima via aplikasi : Tahapan pertama, yang mengirimkan langsung dari sekolah yang bersangkutan dan data yang di upload/unggah sudah berhasil di simpan di server. Namun data2nya belum dimasukan ke database oleh server. Jadi belum bisa melihat data yg bapak inputkan.
4. Cek Konversi : Tahapan kedua, data sudah di cek oleh server apakah data ini menggunakan database versi lama atau database versi baru. Nanti server yang akan memilah2nya.
5. Berhasil di proses : Tahapan ketiga, data yang telah diinput SEMUANYA sudah berhasil diproses. (Dipastikan ini datanya sangat bagus).

Jika menelaah Delay pengiriman yang terjadi antara server Dapodikdas dan Server P2TK Dikdas kejadiannya sama antara proses data Dapodik 2012 dan Dapodikdas 2013 saat ini, Karena ada status “Cek Konversi” (Menurut Saya Pribadi) Delay pada saat Replikasi terjadi pada status data PTK di Lembar Info Guru, jadi wajar jika Delay tersebut terjadi. Alasannya data yang tampil di lembar info Guru/Lapor Tunjangan Dikdas mengambil update/Sinkronisasi terakhir Nantinya. skema alur Replikasi Data Dapodikdas ke Server P2TK Dikdas sebagai berikut :

Gambar

Dengan gambar tersebut diharapkan para teman-teman operator dapat memahami kenapa data sampai terjadi jeda, dan dimana jeda terjadi, alurnya secara garis besar kira-kira seperti ini :
  1. Data diolah dan diupload/syincron dari komputer sekolah/operator
  2. Masuk dalam server utama dapodik (biasanya tidak ada delay kecuali server sedang maintenance)
  3. Data yang masuk diserver utama direplikasi kebeberapa server replikasi seperti server PDSP, server replikasi untuk pelayanan dan lainnya.
  4. Karena besarnya data dari server utama dan banyaknya koneksi aplikasi dapodikdas kedalam server utama maka replikasi yang dilakukan biasanya terjadi delay (saat saya buat tulisan ini delay yang terjadi antara 2-3 hari. hasil investigasi dengan operator sekolah yang menjadi sukarelawan )
  5. P2TK akan mengambil data dari server replikasi yang dilakukan setiap satu hari sekali (ingat satu hari cuma ambil data satu kali) rencananya akan dilakukan dimalam hari antara jam 22 malam – 02 pagi. (saat tulisan ini di tulis sinkron masih belum sesuai jadwal, masih dilakukan lebih dari 2 kali sehari).
  6. Setelah data ditarik dari server replikasi dan masuk di Server P2TK, sistem yang ada di P2TK akan melakukan verifikasi data, proses verifikasi otomatis dilakukan oleh sistem tidak dilakukan manual (itu sebabnya P2TK tidak menerima berkas).
  7. Setelah verifikasi selesai baru info ptk bisa di nikmati oleh guru, operator sekolah, operator tunjangan dan siapapun yang ingin melihat validitas data ptk melalui website yang telah disediakan.
  8. Karena besarnya animo guru, operator sekolah, operator tunjangan dan masyarakat lainnya yang ingin melihat validitas data PTK, sehingga server P2TK sering kali crash, oleh karena itu untuk memecah beban server, P2TK menyiapkan beberapa link yang dapat digunakan untuk melihat info PTK :

 Demikian penjelasn singkat skema arus data dapodik sampai ke P2TK dan dapat disajikan menjadi Info PTK.

Catatan:

  • delay pada saat tulisan ini dibuat adalah 4 hari, yaitu delay dari server utama ke server replikasi 3 hari dan proses pembacaan keserver P2TK 1 hari,..

    Terima Kasih 

    -Sumber Nazaruddin Kompetan (Admin P2TK Dikdas Kemendikbud)
    -Penulis.

SKTP Terbit di Kabupaten/Kota Lain (Bukan di Kabupaten/Kota Tempat Mengajar Saat ini)

SKTP salah terbit masih banyak terjadi salah satu penyebab utamanya adalah prosedur mutasi yang harusnya dilaksanakan sesuai dengan urutannya tidak dilakukan dengan baik. Perpindahan guru dari satu sekolah ke sekolah lainnnya tidak akan bermasalah meskipun guru tersebut tidak melakukan prosedur yang jika perpindahannya masih dalam satu wilayah kabupaten/kota, masalah akan timbul ketika guru pindah dari satu sekolah kesekolah lain yang kabupaten/kotanya berbeda dan tidak melaporkan perpindahnnya (yang sedang kita bahas disini adalah prosedur mutasi untuk penerbitan SKTP)
Contoh SKTP Terbit di Kabupaten/Kota Lain (Bukan di Kabupaten/Kota Tempat Mengajar Saat ini)
 
Gambar
 
Banyak guru yang melakukan perpindahan mengajar antar Kabupaten/kota mengganggap bahwa dengan membawa SK mutasi mereka kesekolah baru dan kabupaten/kota baru sudah otomatis status mutasinya bisa langsung di proses pada pengelola tunjangan profesi. Hal ini bisa saja benar bisa juga salah, benar jika pengelolaan tunjangan profesi di kabupaten/kota asal berada dibagian kepegawaian, sehingga pada saat mereka mengeluarkan SK mutasi mereka juga melakukan mutasi data di aplikasi tunjangan. tapi jika pengelola tunjangan profesi berada diluar bagian kepegawaian, belum tentu informasi mutasi tersebut sampai kepengelola tunjangan profesi, sehingga data tersebut yang seharusnya tidak diusulkan SKTPnya dikabupaten/kota asal mereka usulkan yang menyebabkan SKTP tersebut diterbitkan di kabupaten/kota asal. Prosedur mutasi antar kabupaten/kota bisa dilihat pada bahasan sebelumnya. Baca juga permasalahan-sktp-bag-ivl danpermasalahan-sktp-bag-III 
 
Data guru yang sudah menjadi SK atau SKTPnya Sudah terbit tidak bisa lagi diterbitkan SKTP didaerah lain, sebab tunjangan profesi hanya boleh diterima oleh guru yang sudah dinyatakan lulus sertifikasinya dengan ditandai sudah memiliki NRG hanya di satu satuan pendidikan, walaupun mengajarnya lebih dari satu sekolah. baca menambah jam diluar dikdas
yang sekarang banyak terjadi adalah data sekolah sudah benar, tetapi Kabupaten/kotanya salah sehingga tunjangan profesinya tidak dibayarkan oleh Kabupaten/kota tersebut.

Lalu bagaimana cara untuk memperbaiki kesalahan tersebut ??

kita bahas saja prosedur untuk memperbaiki datanya :

  1. Laporkan kesalahan terbit SKTP guru bersangkutan ke pengelola tunjangan profesi dimana SKTP tersebut terbit.
  2. Pastikan SK Mutasi dari bagian kepegawaian sudah ditangan dan dibawa saat akan melapor
  3. Petugas (operator) tunjangan profesi Kabupten/Kota dimana SKTP terbit mengajukan pembatalan SKTP melalui aplikasi tunjangan profesi
  4. Administrator tunjangan profesi pusat menyetujui pembatalan (proses persetujuan pembatalan SKTP memerlukan waktu yang agak lama, sebab tidak sembarang SKTP bisa dibatalkan. Admin harus melihat dengan teliti alasan pembatalan dan yang mengajukan pembatalan jumlahnya juga tidak sedikit)
  5. Setelah pengajuan pembatalan disetujui, Operator tunjangan profesi dimana SKTP terbit harus memutasikan data guru tersebut ke Kabupaten/Kota yang sebenarnya.
  6. Serahkan foto Copy SK Mutasi kepengelola tunjangan profesi
  7. Bawa Foto copy SK Mutasi dan berkas lainnya yg berkenaan dengan administrasi mutasi ke pengelola tunjangan profesi dikabupaten baru untuk memastikan bahwa mutasinya sudah disistem tunjangan profesi sudah dilakukan dikabupaten asal. Jika ternyata datanya belum dimutasikan dari tempat asal maka hubungi pengelola tunjangan dikabupaten/kota asal untuk mengusulkan mutasi ke kabupaten/kota yang baru.
  8. Pastikan bahwa data anda sudah terdaftar disekolah baru pada lembar info guru (http://223.27.144.195:8081/info.php) selambat-lambatnya satu bulan setelah SK Mutasi diterima.
  9. Ulangi langkah 6 untuk memastikan bahwa data anda sudah berada di kabupaten/kota yang baru

yang perlu diingat adalah jika usulan pembatalan belum disetujui oleh Administrator tunjangan profesi pusat, maka datanya belum bisa dimutasikan ke kabupaten/kota baru.
proses persetujuan pembatalan SKTP memerlukan waktu yang agak lama, sebab tidak sembarang SKTP bisa dibatalkan. Admin harus melihat dengan teliti alasan pembatalan dan yang mengajukan pembatalan jumlahnya juga tidak sedikit 

 

Manual Aplikasi Dapodik 2013/2014 v. Beta 1

Informasi Umum

Penjelasan Aplikasi

Sistem aplikasi Data Pokok Pendidikan Pendidikan Dasar (Dapodikdas) adalah organisasi data untuk mengelola data pokok di lingkungan pendidikan dasar mencakup…

UU ITE, Tanggung Jawab dan Kerahasian Data

Berdasarkan undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik dilaksanakan berdasarkan asas kepastian hukum, manfaat, kehati-hatian, iktikad baik, dan kebebasan memilih teknologi atau netral teknologi. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dilaksanakan dengan tujuan untuk:

a)   mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia;

b)   mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat;

c)    meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik;

d)   membuka   kesempatanseluas-luasnya   kepada   setiap   Orang   untuk   memajukan   pemikiran   dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin dan bertanggungjawab; dan

e)   memberikan rasa aman, keadilan,  dan kepastian hokum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi.

Kerahasiaan Data:

Sepanjang tidak ditentukan lain oleh undang-undang tersendiri,  setiap Penyelenggara Sistem Elektronik wajib mengoperasikan Sistem Elektronik yang memenuhi persyaratan minimum sebagai berikut:

a)   dapat menampilkan kembali Informasi Elektronik dan/ atau Dokumen Elektronik secara utuh sesuai

dengan masa retensi yang ditetapkan dengan Peraturan Perundang-undangan;

b)   dapat  melindungi  ketersediaan,  keutuhan,  keotentikan,  kerahasiaan,  dan  keteraksesan  Informas

Elektronik dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik tersebut;

c)    dapat beroperasi sesuai dengan prosedur atau petunjuk dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik tersebut;

d)   dilengkapi dengan prosedur atau petunjuk yang diumumkan dengan bahasa, informasi, atau symbol yang  dapat  dipahami  oleh  pihak  yang  bersangkutan  dengan  Penyelenggaraan  Sistem  Elektronik tersebut; dan

e) memiliki    mekanisme    yang    berkelanjutan    untuk    menjagakebaruan,    kejelasan,    dan kebertanggungjawaban prosedur atau petunjuk.

Peran Kepala Sekolah, PTK, Peserta Didik dan Operator Sekolah

  • Peran Kepala Sekolah adalah sebagai pembagi guru mengajar di setiap rombel (roaster), mengawasi operator sekolah dalam pengisian Aplikasi Dapodik.
  • Peran  PTK  adalah  selain  sebagai  pengajar  dan  pelaksana,  juga  bertugas  untuk  mengisi  formulir individual PTK dan mengecek kebenaran dan kelengkapan data individu yang dientri oleh operator dapodik.
  • Peran Peserta Didik adalah mengisi formulir Peserta Didik dimana formulir diserahkan kepada orang tua untuk diisi secara lengkap.Peran Operator Sekolah adalah:
  • Menyebarkan  formulir  pendataan  kepada  Sekolah,  PTK,  dan  Peserta  Didik  dalam  rangka mendapatkan data untuk dientri kedalam aplikasi.
  • Mengentri data sesuai dengan data yang terisi di formulir pendataan.
  • Mengirim data ke server melalui Aplikasi Dapodik.

Spesifikasi Minimum Komputer (Hardware)

Untuk dapat menjalankan aplikasi pendataan dikdas, spesifikasi perangkat keras yang diperlukan adalah:

1.   Processor minimal Pentium IV

2.   Memory minimal 512 MegaByte

3.   Storage tersisa minimal 100 MegaByte

4.   CD/DVD drive jika instalasi melalui media CD/DVD

Spesifikasi minimum Software (Operating System)

Untuk dapat menjalankan aplikasi pendataan dikdas, spesifikasi perangkat lunak yang diperlukan adalah.

1.   Microsoft Windows Operating System

a.    Windows XP SP2

b.   Windows Vista c.    Windows 7

d.   Windows 8 (Aplikasi tidak bisa berjalan di Windows 8 RT)

e.   Windows Server 2003 atau yang terbaru

2.   Browser Internet Modern

a.    Firefox, atau

b.   Chrome

Installasi

Langkah – Langkah Installasi Aplikasi

Untuk melakukan instalasi jalankan program Gambar   yang ada di CD/DVD atau dari lokasi lain. Setelah itu aplikasi akan berjalan dan akan ditayangkan jendela berikut ini.

Gambar

Anda sangat disarankan untuk menutup program lainnya sebelum memulai proses instalasi. Hal ini diperlukan agar berkas yang terkait dapat diperbarui tanpa harus booting ulang Komputer Anda.

Tekan tombol [Lanjut >] untuk melanjutkan atau tombol [Batalkan] untuk membatalkan instalasi.

Jika Anda memilih batalkan maka akan dikonfirmasi proses pembatalan intalasi, tekan tombol [Yes] untuk membatalkan instalasi, tombol [No] untuk melanjutkan instalasi

Gambar

Jika  Anda  melanjutkan  proses instalasi, maka  akan ditampilkan bagian persetujuan lisensi  seperti gambar dibawah ini.

Gambar

Bacalah dengan seksama sebelum menginstall atau menggunakan perangkat lunak ini. Setelah Anda baca dengan seksama dan Anda menyetujui tekan tombol [Saya Setuju] yang berarti Anda setuju dengan ketentuan yang dituliskan dalam lisensi tersebut. Atau tekan tombol [Batalkan] jika Anda tidak setuju.

Selanjutnya akan ditampilkan bagian untuk memilih komponen yang akan diinstall seperti gambar dibawah ini

Gambar

Pilih komponen yang akan diinstal dan tekan tombol [Lanjut >]. Pastikan Anda memilih komponen “Server Pendataan Lokal”.

Selanjutnya akan ditampilkan bagian untuk memilih lokasi instalasi seperti gambar di bawah ini.

Gambar

Jika Anda setuju dengan lokasi yang ditentukan oleh program setup tekan tombol [Lanjut >]. Jika tidak tekan tombol [Cari …] dan Anda diminta untuk memilih lokasi instalasi seperti gambar di bawah ini.

Gambar

Setelah memilih lokasi akan ditampilkan bagian untuk memilih lokasi dari Menu Start seperti gambar di bawah ini.

Gambar

Akan dibuatkan menu start “Pendataan Dikdas”. Anda bisa menentukan nama lain dengan cara menulis nama lokasi yang dikehendaki pada isian yang disediakan. Jika Anda tidak ingin dibuatkan shortcut,    centang  pilihan “Tidak perlu membuat shortcut”.

Anda bisa kembali memeriksa pilihan dengan menekan tombol [< Mundur]. Jika semua sudah sesuai, tekan tombol [Install] untuk memulai proses instalasi.

Gambar

Untuk melihat berkas-berkas yang diekstrasi ke komputer lokal, klik tombol [Lihat Perincian]

Gambar

Tunggu sampai indikator proses ekstrasi selesai, setelah itu tekan tombol [Selesai] untuk menutup program instalasi. PENTING: PASTIKAN PENGATURAN WAKTU DAN TIMEZONE KOMPUTER ANDA AKURAT!

Gambar

Setting Waktu Lokal / Komputer

Seperti yang disampaikan pada saat instalasi, perlu dipastikan bahwa waktu dan timezone komputer Anda akurat.  Hal ini penting untuk memastikan proses sinkronisasi data berjalan lancar.

Untuk memastikannya lakukan langkah-langkah sebagai berikut. Buka menu [Start]->[Control Panel], kemudian

pilih pengaturan “Date and Time” seperti gambar di bawah ini.

Gambar

Atau klik dua kali pada jam yang ada pada indikator jam komputer yang ada pada bagian kanan bawah layar

Gambar

Pilih tab “Date & Time” dan atur tanggal dan jam sesuai dengan kondisi saat ini

Gambar

Untuk zona waktu, pilih GMT +07.00 untuk WIB, GMT +08.00 untuk WITA, dan GMT +09.00 untuk WIT

Gambar

Agar waktu anda selalu akurat, centang pilihan “Automatically synchronize with an Internet time server”.

Gambar

Adakalanya waktu komputer berubah karena berbagai kondisi, misalnya baterai BIOS lemah sehingga waktu komputer menjadi tidak sesuai. Untuk itu Anda dipastikan selalu memeriksa keakuratan waktu computer.

Pengaturan waktu sangat penting, karena server pendataan lokal akan melakukan sinkronisasi data dengan server database pusat.

Setelah pengaturan waktu selesai, Anda siap untuk menjalankan aplikasi.

Kode Registrasi/ Aktivasi

Kode registrasi adalah “kunci” untuk memuat data sekolah. Kode registrasi akan dibagikan oleh KK-DATADIK masing-masing daerah. Pastikan Anda menggunakan kode registrasi sekolah Anda sendiri dan tidak membagi/memberitahu kode ini pada pihak yang tidak berkepentingan. Kode Registrasi digunakan pada saat registrasi awal di aplikasi (aktivasi).

Username & Password

Username/email yang diisi pada saat registrasi harus aktif dan tidak fiktif karena email tersebut digunakan untuk konfirmasi, pmeberitahuan-pemberitahuan jika ada permasalahan, dll. Password yang diisi adalah password  sesuai  dengan  yang  diinginkan  pengguna,  digunakan  pada  saat  pengguna  akan  login  ke  dalam Aplikasi.

Data Prefilled

Data hasil kiriman ke server dari sekolah-sekolah per tanggal 1 Juli 2013, kemudian data tersebut akan di package ulang sehingga ketika login di aplikasi yang baru sekolah hanya tinggal mengentri data siswa baru, pemetaan rombel, dan melengkapi data yang belum terisi di aplikasi versi 13.01.

Menjalankan Aplikasi

Aplikasi pendataan 2013 adalah aplikasi berbasis web, untuk itu diperlukan server untuk menjalankan  aplikasi web ini dan web browser untuk mengoperasikan aplikasi. Pastikan komputer Anda telah terinstall dengan web browser terbaru, karena web browser versi lama tidak bisa mendukung/menjalankan aplikasi ini.  Disarankan untuk menggunakan Google Chrome atau Firefox.

Menjalankan Server Pendataan Lokal

Untuk menjalankan server pendataan lokal pilih menu “Server Pendataan” pada start menu seperti gambar dibawah ini.

Gambar

Kemudian indikator server akan muncul di bagian “Tray Icon” yang berada di kanan bawah layar seperti gambar berikut ini

Gambar

Jika komputer Anda dilengkapi firewall maka akan dimunculkan peringatan keamanan seperti gambar dibawah ini.

Gambar

Tekan tombol [Unblock] jika anda ingin server ini bisa diakses melalui jaringan lokal (LAN) dari  komputer    lain. Jika tidak maka aplikasi hanya bisa diakses dari komputer yang terinstall saja

Menjalankan Server Pendataan Lokal

Setelah server pendataan lokal berjalan, otomatis akan dijalankan browser internet dan membuka halaman awal aplikasi pendataan sepert gambar berikut ini.

Gambar

To Be Continued.. :D
Sumber : Manual Book

PERMENDIKNAS No 9 Tahun 2010 Tentang Program Pendidikan Guru bagi Guru Dalam Jabatan

GambarPendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Program Pendidikan Profesi Guru bagi Guru Dalam Jabatan yang selanjutnya disebut program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik.

Program PPG bertujuan untuk menghasilkan guru profesional yang memiliki kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran; menindaklanjuti hasil penilaian dengan melakukan pembimbingan, dan pelatihan peserta didik; dan mampu melakukan penelitian dan mengembangkan keprofesian secara berkelanjutan.

Sistem pembelajaran pada program PPG mencakup kegiatan workshop SSP, praktikum (peer teaching, micro teaching, bidang studi), dan praktek pengalaman lapangan yang diselenggarakan dengan supervisi langsung secara intensif oleh dosen yang ditugaskan khusus untuk kegiatan tersebut, serta dinilai secara objektif dan transparan. Workshop SSP, praktikum, dan praktek pengalaman lapangan program PPG dilaksanakan secara tatap muka dan berorientasi pada pencapaian kompetensi merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, serta melakukan pembimbingan dan pelatihan.

Uji kompetensi dalam rangka memperoleh sertifikat pendidik dilaksanakan oleh program studi/jurusan yang dikoordinasikan LPTK penyelenggara program PPG, terdiri dari ujian tulis dan ujian kinerja, ditempuh setelah peserta lulus workshop SSP dan PPL. Ujian tulis dilaksanakan oleh program studi/jurusan penyelenggara, sedangkan ujian kinerja dilaksanakan oleh program studi/jurusan dengan melibatkan organisasi profesi dan/atau pihak eksternal yang profesional dan relevan. Peserta yang lulus uji kompetensi memperoleh sertifikat pendidik yang dikeluarkan oleh LPTK.

Permendiknas No 9 Tahun 2010

PERMASALAHAN SKTP (Bag. IV)

Pada bahasan sebelumnya Permasalahan SKTP bag III. Permasalahan SKTP (bag. II) dan Permasalahan SKTP (Bag. I) kita sudah bahas mengapa SKTP tidak bisa terbit dan yang sudah terbit tetapi masih ada kesalahan pada beberapa data.
Sekarang mari kita bahas SKTP yang sudah terbit tetapi harus dibatalkan.

2.  Kesalahan pada SK yang menyebabkan Tunjangan Tidak dapat dicairkan
SKTP yang sudah terbit tidak semua bisa dicairkan, karena ada beberapa data pendukung terbitnya SKTP tersebut ternyata tidak benar. “Kenapa data tidak benar bisa terbit SKTPnya?”
Pada umumnya kesalahan yang sering terjadi pada saat penerbitan SKTP, sehingga ada data yang tidak tepat bisa keluar SKTPnya ada beberapa, misalnya :

  • Kesalahan NUPTK/NRG dan Nomor Rekening
  • Sudah Mutasi sejak tahun lalu

Kesalahan NUPTK/NRG dan Nomor Rekening

Kesalahan NUPTK banyak terjadi pada peserta sertifikasi tahun 2006-2009, banyak sebab kenapa sampai NUPTK tersebut bisa salah. Kesalahan NUPTK yang terbanyak adalah karena NUPTK sementara 99999xxxxxxxxxx. NUPTK sementara keluar karena pada saat pertama kali sertifikasi banyak guru yang belum memiliki NUPTK dan guru yang sudah memiliki tetapi pada saat pendataan dilakukan belum melampirkan NUPTKnya, sehingga data tersebut tidak bisa dimasukan kedalam sistem tunjangan yang menggunakan NUPTK sebagai kunci unik.
Pada awalnya nuptk sementara ini diharapkan dapat diperbaiki oleh guru yang bersangkutan sebelum tahun 2010 dengan menyampaikan nuptk mereka yang benar ke pengelola tunjangan profesi pada kabupaten/kota dan dilaporkan ke pengelola pusat. Tapi ternyata sampai saat ini masih banyak nuptk sementara yang belum di update dengan nuptk yang benar.

Selain nuptk sementara, kesalahan nuptk juga banyak terjadi karena salah menggunakan nuptk orang lain. saya tidak tahu secara pasti kenapa sampai terjadi nuptk peserta sertifikasi menggunakan nuptk orang lain. tapi kebanyakan nuptk yang digunakan memiliki nama yang sama atau hampir sama.
Misalnya :
Arifin pada sekolah Anu,.. nuptknya digunakan oleh Arifin oleh sekolah itu,…

Karena nama yang sama nuptk juga sama, kemudian operator tunjangan menggunakan data nuptk arifin di sekolah anu untuk arifin sekolah itu.. sehingga data arifin jadi salah…padahal arifin sekolah itu belum memiliki nuptk.
Kesalahan nuptk kasrena tertukar atau menggunakan nuptk orang lain, baik dengan sengaja atau tidak dapat menyebabkan data guru menjadi tertukar. Itulah sebabnya terkadang disktp suka keluar nuptk benar tetapi data individunya salah.
Sudah mutasi tahu lalu 
Penerbitan sktp guru penerima tunjangan profesi harusnya berdasarkan lokasi dimana guru mengajar, karena terkait dengan administrasi pertanggung jawaban pembayaran pengelola kepada pemeriksa. Sktp yang salah terbit walaupun boleh dibayarkan dimana sk diterbitkan tetapi akan sulit mengurus administrasi pembayannya, sehingga banyak pengelola yang takut untuk memproses pencairannya. SKTP yg salah terbit seperti itu biasanya dibatalkan dan dierbitkan ulang dikabupaten yg benar. Hal seperti itu sebenarnya tidak perlu terjadi, jika guru yg mutasi dari satu kabupaten kekabupaten lainnya mau melaporkan proses mutasinya ke operator tunjangan di dua kabupaten, yaitu kabupaten asal agar datanya dimutasikan kekabupaten baru dan lapor juga kekabupaten baru utk cek apakah datanya sudah mutasi atau belum.

Permasalahan SKTP (bag. III)

Dari pada duduk diam dikamar lebih baik lanjutkan bahasan kita yang belum selesai. Pada Permasalahan SKTP (bag. II) dan Permasalahan SKTP (Bag. I) kita sudah bahas kenapa SKTP tidak bisa terbit atau tertunda terbitnya. Sekarang saya akan coba bahas mengenai SKTP yang sudah terbit dan sudah dicairkan tunjangan pada Triwulan I.

Permasalahan Pasca SK

SKTP yang sudah terbit dan bahkan sudah dibayarkan tunjangan profesinya pada tri wulan I bukan berarti “aman” sampai akhir tahun, sebab guru yang tidak bisa memenuhi syarat penerima tunjangan profesi pada saat tahun berlakunya SK, pembayaran tunjangan profesinya bisa di batalkan di bulan-bulan dia tidak bisa memenuhi syarat tersebut.
Permasalahan yang mungkin terjadi pada saat SKTP sudah terbit diantaranya :

  1. Kesalahan pada SK namun tetap dapat dicairkan :
    • Kesalahan Gaji Pokok
    • Kesalahan Tempat  Tugas (bukan sekolah induk)
  2. Kesalahan pada SK yang menyebabkan Tunjangan Tidak dapat dicairkan
    • Kesalahan NUPTK/NRG dan No Rekening
    • Sudah Mutasi (sejak tahun lalu)

1. Kesalahan pada SK namun tetap dapat dicairkan

Kesalahan ini umumnya terjadi karena kelangkapan data pada dapodik tidak lengkap atau pengentrian datanya tidak pada tempat yang sesuai.
“Saya sudah mengisi lembar formulir isian untuk di entri didapodik dan sudah saya serahkan ke operator sekolah”, itu yang keluar dibenak para guru.

“Saya sudah mengisi semua data yang dibutuhkan untuk menghitung gaji pokok,.. saya sudah masukin Golongan dan masa kerja”, itu pasti yang pertama keluar di benak operator sekolah.

Semua tidak ada yang salah dan saya juga tidak sedang menghakimi, karena memang tidak ada yang salah. “Kalau tidak ada yang salah kenapa hasilnya salah.???” itu pertanyaan yang mungkin kompak pada benak guru dan operator sekolah bahkan operator tunjangan di kabupaten/kota, sebab OPKlah yang menjadi sasaran pertama para guru yang galau karena gaji pokoknya berkurang pada tunjangan profesi.
Guru dan operator sekolah tidak salah tapi kurang lengkap, cuma saya tidak tidak tahu ketidak lengkapannya mulai dari guru atau di OPS.
Untuk Gaji pokok dasarnya adalah Golongan dan masa kerja yang di mapping ke matrik gaji pokok sesuai dengan peraturan menteri keuangan, untuk triwulan I kemarin kita masih menggunakan PP 15 tahun 2012.
Golongan diambil dari riwayat kepangkatan pada dapodik, jika tidak ada pada tabel riwayat kepangkatan, maka akan diambil dari data individu yang dientri operator dari lembar entri guru.
Sedangkan masa kerja kita ambil dari riwayat gaji berkala, jika tidak ada pada riwayat gaji berkala, maka diambil dari masa kerja pada data SK tahun lalu.
Mengapa harus diambil dari tabel riwayat ???
Alasan sederhana untuk lebih memastikan bahwa yang dimasukan itu memiliki dasar hukum yang jelas, sebab pada tabel riayat gaji berkala dan riwayat kepangkatan itu ada nomor sk penetapan, tanggal penetapan, tmt penetapan dan sebagainya.
Sebenarnya kesalahan yang terjadi karena perbedaan gaji pokok ini tidaklah terlalu “bermasalah”, sebab besaran gaji pokok bisa disesuaikan di daerah masing-masing. Karena pada SKTP pada butir 5.
Pembayaran tunjangan profesi bisa disesuiakan dengan menunjukan dokumen pendukung yang syah.
“Apabila terjadi kesalahan data guru sebagai mana dimaksud dalam diktum pertama, kepala dinas yang menangani urusan pendidikan kabupaten ….., Provinsi ,…. dapat melakukan penyesuaian perubahan data individu penerima tunjangan profesi guru dengan melampirkan dokumen yang syah”.
Operator sekolah memasukan data guru harus sesuai dengan data isian yang diberikan guru kepadanya, sedangkan untuk mengisi data riwayat semuanya harus memiliki dasar yang yang syah, misalnya riwayat kgb, maka dasar entri datanya adalah SK kenaikan gaji berkala guru bersangkutan. P2TK akan menggunakan/mengambil data riwayat kenaikan gaji berkala yang terakhir, sehingga data gaji pokok akan disesuaikan dengan masa kerja pada SK KGB yang ada. Kenapa harus pakai SK KGB ???,.. semua pegawai negeri sipil (PNS) termasuk guru pasti faham kenapa harus pakai SK KGB, karena pada sk kgb tersebutlah tercantum masa kerja golongan dan keputusan dari bagian kepegawaian yang dijadikan dasar pembayaran gaji PNS. Saya tidak begitu faham dengan mekanisme gaji, silahkan tanyakan dengan bagian kepegawaian peraturan tentang pembayaran gaji.
Sebenarnya kesalahan seperti ini harusnya kecil terjadinya jika saja guru mau memeriksa sendiri datanya yang sudah dientri oleh operator sekolah atau dengan kata lain guru peduli dengan datanya tidak hanya hasilnya.
Kondisi data guru bisa di lihat di http://223.27.144.195:8082/info.php (Pengecekan Data Guru)

Pengecekan Data Guru

jika data yang diinfokan tidak sesuai dengan kondisi data sebenarnya, segera laporkan ke Operator sekolah agar segera diperbaiki.
Perbaikan data tidak akan berpengaruh jika guru tersebut sudah terbit SKTPnya. tetapi perbaikan tetap harus dilakukan, sebab pada saat review SK yang akan dilakukan setiap triwulan perbaikannya akan diakomodir.
Semoga Bermanfaat

Sumber : Nazaruddin Kompetan (Direktorat P2TK Dikdas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional)