Category Archives: Pendataan Dapodik

Aplikasi Pendataan Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas) T.P 2014/2015 II (Store Procedure)

Aplikasi Data Pokok Pendidikan Dasar atau yang biasa disingkat Dapodikdas telah memasuki tahun ke-3 yang dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (Ditjen Dikdas) Kemdikbud sebagai Implementasi dari Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 2 Tahun 2011 tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan dan menjadikan Pendataan Dapodik, baik Dapodikdas dan Dapodikmen (yang sedang berjalan Saat ini) sebagai Pendataan Tunggal di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dibidang Pendidikan Dasar (Dapodikdas) mau pun di Bidang Pendidikan Menengah (Dapodikmen).

pada kesempatan ini kita akan membahas tentang tools Store Procedure dimana tools ini tersimpan di server yang berguna untuk mencari data PTK atau Peserta Didik baru yang sebelumnya telah dimutasikan/diluluskan bagi PTK dan PD dari Aplikasi Dapodikdas sekolah yang lama dan user/Operator Sekolah melakukan penambahan PTK atau PD baru melalui menu “Tambah” pada Aplikasi Dapodikdas versi 3.0.0.

sebenarnya tool Store Procedure ini sudah ada pada Aplikasi Dapodikdas versi 2.0.4, namun pada penerapannya masih terdapat kendala, sehingga tools ini dinon aktifkan oleh Administrator Dapodikdas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai antisipasi keterlambatan ketersediaan data yang akan digunakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dalam mengimplementasikan program-program dan kebijakan yang berlaku di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dalam hal ini Ditjen Dikdas dan P2TK Dikdas) 

Alur penerapan Store Procedure
alur penerapan tools store procedure melalui mekanisme Sinkronisasi (Sync) yang terbagi menjadi 2 kali proses sinkronisasi dengan delay atau waktu tunda akibat proses transmisi data dari satu titik ke titik lain yang dituju (dalam hal ini server PDSP Kemdikbud sebagai pusat store procedure) 

1. OP Input PD dan PTK Baru
2. Sync (1st)
3. Data kekirim ke pusat (Sinkronisasi Berhasil)
4. Store Procedure di server dijalankan (ini fungsinya mencari pd/ptk yg telah di ajukan, apakah ada tidak datanya di server). Jika ada maka data di update (tambah registrasi_peserta_didik dan ubah data yg telah ditemukan tsb utk siap dikirimkan ke lokal). Namun jika tidak, maka data tsb diberi tanda bahwa tidak ditemukan
5.  Sync (2st), : Sync kedua (2nd) ini data2 yg telah di beri tanda maupun di ubah oleh SP tsb akan dikirimkan dari server. Intinya, PD/PTK baru bisa berjalan jika SP (Store Procedure) yg ada di server telah dijalankan..

Hasil Sinkronisasi Jika Sukses dan “SP (Store Procedure)” sudah dijalankan pada server, Peserta Didik Baru “Kelas 7 SMP”  dan Siswa Mutasi Masuk (Lulusan SD mau pun Mutasi dari sekolah) jenjang SMP sudah bisa dipindahkan ke Tabel Utama jika kolom “Sts” berubah warna merah dan jika data tidak temukan kolom “Sts” warna tidak berubah (Hijau).
selanjutnya PTK atau Peserta Didik yang datanya ditemukan pada server melalui mekanisme Store Procedure (SP) bisa dipindahkan ke “Tabel Utama

Untitled

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekian Informasi tentang mekanisme Store Procedure pada Aplikasi Dapodikdas versi 3.0.0, semoga bermanfaat dan bisa mengurangi rasa penasaran teman-teman Operator Sekolah terkait Peluncuran Resmi Aplikasi Dapodikdas Generasi ke-3 (Dapodikdas versi 3.0.0) yang akan release resmi pada tanggal 1 Agustus 2014 (Informasi dari Administrator Dapodik Ditjen Dikdas)

 

SALAM SATU DATA BERKUALITAS

 

 

Aplikasi Pendataan Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas) T.P 2014/2015

Aplikasi Data Pokok Pendidikan Dasar atau yang biasa disingkat Dapodikdas telah memasuki tahun ke-3 yang dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (Ditjen Dikdas) Kemdikbud sebagai Implementasi dari Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 2 Tahun 2011 tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan dan menjadikan Pendataan Dapodik, baik Dapodikdas dan Dapodikmen (yang sedang berjalan Saat ini) sebagai Pendataan Tunggal di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dibidang Pendidikan Dasar (Dapodikdas) mau pun di Bidang Pendidikan Menengah (Dapodikmen).

Pada Aplikasi Dapodikdas generasi ke-3 (Dapodikdas versi 3.0.0) menurut salah satu pengembang/Administrator dan juga Staf Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Bapak Yusuf Rokhmat  menjelaskan “Dapodikdas generasi ke-3 Tidak banyak perubahan yang terjadi pada aplikasi terbaru yang tidak lama lagi akan disebar luaskan tersebut. Fasilitas tambahan yang sudah ramai beredar mengenai penambahan fasilitas pengisian nilai raport pada versi 3.0.0 ini BATAL ditambahkan, artinya secara fasilitas tidak ada penambahan fasilitas baru hanya penambahan jenis isian saja dan penyempurnaan fasilitas yang sudah ada” namun perlu mengingat bahwa pada Aplikasi Dapodikdas generasi ke-2 (versi 2.0.0 s/d versi 2.0.8) yang saat ini masih berjalan ada begitu banyak kendala yang dihadapi oleh user/Operator Sekolah, mulai dari permasalahan entry data hingga proses pengiriman data ke server Dapodikdas.

tidak banyak berubah dalam artian mulai dari proses Registrasi sampai proses pengiriman data Dapodikdas (Sinkronisasi) masih sama dengan Aplikasi Dapodikdas generasi ke-2, dan menurut bocoran info dari para user yang sedang melakukan testing Aplikasi Dapodikdas generasi ke-3 (versi 3.0.0) hanya ada penambahan menu isian, contohnya 
1. Akreditasi Sekolah  :
- SK Akreditasi
-TMT & TST Akreditasi,
-Status Akreditasi, dan
- Lembaga yang memberikan Akreditasi Sekolah  

2. Program Inklusi
- Melayani Program Inklusi
-SK Program Inklusi
-TMT & TST
 Inklusi
-Keterangan

3. Action Menu gunanya untuk menampilkan data-data (Sortir) mulai dari Data yang terhapus sebagai tindak lanjut dari keluhan user/Operator Sekolah yang seringg menemukan data berganda pada server Dapodikdas (progress Pengiriman)
Action Menu terdapat pada Menu utama “Peserta Didik”, “PTK”, “Sarpras”, dan “Rombongan Belajar” 

Jika melihat dari antusiasme Operator Sekolah dalam mensukseskan pendataa Dapodik ini perlu kiranya merevisi kebijakan testing yang hanya dilakukan oleh beberapa Individu saja karena jika menelisik jauh lebih dalam Program berskala Nasional seperti ini harusnya melibatkan semua user/Operator Sekolah Jenjang Dikdas diseluruh setidaknya terjadi hubungan Feedback antara administrator Program (Ditjen Dikdas) dan Operator Sekolah dan untuk mengurangi permasalahan teknis yang terjadi dilapangan dengan Mendengarkan Masukan-masukan yang diberikan oleh Operator Sekolah demi terwujudnya Tagline pendataan Dapodik “SATU DATA BERKUALITAS” (Jika mimpi yang saya tuliskan ini menjadi kenyataan) :D

Sekian informasi tentang Aplikasi Dapodikdas versi 3.0.0
semoga bermanfaat bagi kita semua..

SALAM SATU DATA BERKUALITAS !!

Verifikasi dan Validasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kemdikbud

Gambar

Verifikasi dan Validasi PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Tujuannya adalah untuk melakukan Verifikasi data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) berupa NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) sesuai amanat Instruksi Menteri Pendidikan Nasional No. 2 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Data Pendidikan dan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Tentang Pelaksanaan Instruksi Menteri No. 2 Tahun 2011.

Sekilas Spoiler Laman Verifikasi dan Validasi PTK (Akun KK Datadik Kab/Kota)
-Login ke Laman Verifikasi dan Validasi PTK
-Masukkan User Name dan Password (Untuk Sementara User yang dapat Login Hanya KK Datadik Kab/Kota atau Op Dinas Pendidikan Kab/Kota)

1. Dasboard (Spoiler)

Gambar

2. Rekap
Tab Menu “Rekap” terbagi atas 4 Menu :
-Referensi PTK
-Referensi NUPTK
-Residu Per Jenjang
-Residu Per Jenis Erorr

-Referensi PTK (Spoiler) 

Gambar

-Referensi NUPTK (Spoiler)

Gambar

-Residu Per Jenjang (Spoiler)
Gambar

-Residu Per Jenis Error (Spoiler)

Untitled

3. Pengelolaan
-Revisi Data Identitas PTK, dan
-Merger PTK 

Revisi Data Identitas PTK (Spoiler)
Gambar

Merger PTK (Spoiler)
Gambar

Penjelasan Tentang Tata Cara Verifikasi dan Validasi PTK,
Akan kita bahas pada pembahasan selanjutnya.

Mohon Maaf Jika ada Kesalahan dalam Pembahasan Ini
SALAM SATU DATA BERKUALITAS

Noercholish Asir L

Pengecekan Data Peserta Didik Hasil Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN)

Pada Post sebelumnya, Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN) Berdasarkan data Dapodik, sudah dijelaskan tentang tata cara melakukan verifikasi dan validasi data peserta didik (NISN), maka pada Post ini kita akan membahas tentang cara melakukan Pengecekan Data Peserta Didik Hasil Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN).
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
-Buka Laman Nomor Induk Siswa Nasional 
 

Gambar
                                         (Tampilan Laman Nomor Induk Siswa Nasional)

Pada Tampilan Laman Nomor  Induk Siswa Nasional, terdapat 7 Menu Utama yang terdiri dari :
-Beranda
-Tentang NISN
-Aturan dan Kebijakan
-Formulir Pengajuan
-Data Siswa
-Kontak Kami
-FAQ
untuk melakukan pengecekan data siswa (NISN) hasil akhir laman verifikasi dan validasi peserta didik, klik Menu “Data Siswa” 

Gambar

akan tampil 2 (dua) menu proses pengecekan data :
1. Pencarian Berdasarkan NISN
2. Pencarian Berdasarkan Nama
Gambar

Untuk proses Pengecekan/Pencarian Berdasarkan NISN :
-Ketik/Copas Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) pada Kolom yang telah disediakan
-Klik menu “Cari” 
-Dan Tunggu hingga sistem selesai melakukan Pencarian

Gambar

Setelah Proses pencarian data siswa Berdasarkan NISN, maka hasilnya seperti ini (Alur) 

Gambar

 

Untuk proses Pengecekan/Pencarian Berdasarkan Nama :
-Ketikan “Nama” Siswa
-Ketikan “Tempat Lahir” Siswa
-Ketikan “Tanggal Lahir” Siswa dengan format (HH/BB/TTTT)
-Kemudian Klik Menu “Cari” dan Tunggu hingga sistem selesai melakukan proses pencarian data siswa

jika proses pencarian selesai maka hasilnya seperti ini (Alur) 

Gambar

untuk lebih memahamkan Rekan-Rekan,
berikut lampiran persentasi Pengecekan Hasil VerVal NISN
-Download disini-

Sekian penjelasan tentang Tata Cara “Pengecekan Data Peserta Didik Hasil Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN)” 

Semoga Bermanfaat,
Mohon Maaf jika ada Penjelasan yang salah

SALAM SATU DATA BERKUALITAS !

Noercholish Asir L

 

Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN) berdasarkan Data Dapodik

Dasar Hukum Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN) yang dilakukan Oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSPKementerian Pendidikan dan Kebudayaan
-PERMENDIKBUD NO. 1 Tahun 2012
 Pasal 959 :
 
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958, Bidang Data PesertaDidik, Pendidik, danTenaga Kependidikan menyelenggarakan fungsi:

  1. penyusunan bahan kebijakan teknis pengelolaan data peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan pada semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan;
  2. penyusunan bahan koordinasi danf asilitasi pengelolaan data peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan pada semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan;
  3. pelaksanaan kompilasi, validasi dan integrasi data peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan setiap satuan pendidikan pada semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan; dan
  4. pengelolaan data pesertadidik, pendidik, dan tenaga kependidikan pada semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan. 

  Pasal 961 :

  1. Sub bidang Validasi dan Integrasi Data Peserta Didik mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan kebijakan teknis, koordinasi, dan fasilitasi pengelolaan data, kompilasi, validasi, dan integrasi serta pengelolaan data peserta didik pada semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan.
  2. ………..

Tujuan Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN) adalah untuk melakukan Pencocokan data peserta didik antara data peserta didik yang ada atau tesimpan di server PDSP (Pusat Data dan Statistik Pendidikan) dan melakukan Pemberian atau penomoran baru kepada siswa yang belum memiliki NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) berdasarkan data yang terinput pada Aplikasi Dapodikdas melalui proses atau Mekanisme pengiriman data “Sinkronisasi“.

Mekanisme Pemberian NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) bagi peserta didik
Gambar

Tampilan Laman Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN)
Gambar

Tampilan diatas dapat diakses melalui Laman Verifikasi dan Validasi dengan memasukkan (login) user name dan Password Aplikasi Pendataan Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas)

Langkah-Langkah Melakukan Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN)

Login ke Laman Verifikasi dan Validasi Peserta Didik dan Masukkan User Name dan Password Aplikasi Pendataan Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas) 
Gambar

Penjelasan Menu pada Laman Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (Pasca Sukses Login)
Gambar

Untuk Melakukan Proses Verifikasi dan Validasi Peserta Didik yang ada pada menu “Residu” 
Klik menu “Residu” Kemudian Klik “Nama Siswa” dan tunggu sampai Proses Pencarian data siswa dilakukan diserver PDSP
Setelah Proses Pencarian Data Siswa Selesai dilakukan oleh Sistem, maka akan Tampil hasil pencarian seperti berikut (Contoh) :
Gambar

Penjelasan :
Kolom Pertama (Atas) adalah Kolom Data Hasil Entry Operator Sekolah melalui Aplikasi Dapodik, sedangkan Kolom Kedua (Bawah) adalah kolom Tampilan data siswa yang tersimpan diserver PDSP
Jika data siswa (antara Kolom atas dan bawah) ada ketidak sesuaian Nama Siswa, Tanggal Lahir, dan Tempat Lahir antara Data Hasil Entry pada Aplikasi Dapodikdas dan Data Siswa yang tersimpan di Server Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP), Klik menu “Search Next”,

Pada “Pencarian Ke-2″ tidak ditemukan data yang sesuai (No record to display) atau tidak ditemukan data yang sama dengan data PDSP sehingga dilakukan “Pencarian 3″ dengan menekan/mengklik tombol “Search Next” 
Gambar

Jika sampai “Pencarian 5″ atau “Pencarian 6″ tidak ada data siswa yang sesuai, Klik menu “Not Match” dan Tunggu hingga prosesnya selesai,
dan setelah prosesnya selesai maka data siswa tersebut akan beralih atau pindah ke menu “Referensi” dan mendapat Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang baru. Tetapi apabila pada Pencarian awal (Pencarian 1) atau Pencarian 2 dst data siswa tersebut sama antara data Dapodikdas dan data yang tersimpan di server PDSP, Klik menu “Match”  dan Tunggu hingga prosesnya selesai,
dan setelah prosesnya selesai, dan siswa tersebut tetap menggunakan NISN yang sebelumnya digunakan oleh siswa Tersebut.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA SAAT MELAKUKAN PROSES VERIFIKASI DAN VALIDASI PESERTA DIDIK :

  1. Pencarian data peserta didik dilakukan menggunakan 6 (enam) pendekatan sehingga operator sekolah bisa melakukan pencarian dengan meng-klik tombol Search Next sebanyak 6 kali untuk menemukan data yang sama antara data PDSP dengan data DAPODIK.
  2. Jika telah dilakukan 6 kali pencarian namun tidak ditemukan data yang sama, maka operator dapat meng-klik pada tombol Not Match. Operator sekolah harus benar-benar yakin bahwa tidak ditemukan kesamaan/kemiripin data setelah dilakukan pencarian data sebanyak 6 kali.
  3. Perubahan data DAPODIK dilakukan melalui aplikasi DAPODIK. Data yang sudah diubah harus dilakukan sinkronisasi (Proses Kirim Data pada Aplikasi Pendataan Dapodik) supaya data tersebut bisa masuk ke database PDSP. Perubahan data yang telah dilakukan dan telah di sinkronisasiakan bisa terlihat diverval peserta didik dalam waktu 1- 2 jam (maksimal 24 jam).

    Semoga Bermanfaat,
    Mohon Maaf jika ada Penjelasan yang salah

    SALAM SATU DATA BERKUALITAS !

    Noercholish Asir L

MANAJEMEN PENDATAAN DAPODIKMEN (KK DATADIK KAB/KOTA)

Portlet Manajemen Pendataan Dapodikmen
Gambar

Manajemen Pendataan, Baik pendataan Dapodikdas mau pun pendataan Dapodikmen berguna untuk melakukan pengecekan data sekolah dengan Tujuan untuk memanajemen :
1. Riwayat Sinkronisasi
2. Pengambilan/Unduh Kode Registrasi Sekolah
3. Melakukan Generate prefill (Penarikan database) hasil sinkronisasi, untuk masalah Generate Prefill pada dasarnya sama baik Dapodikdas mau pun Dapodikmen, untuk penjelasannya silahkan baca di tread berikut ini 

Manajemen Pendataan Dapodikmen bisa diakses oleh KK Datadik Kab/Kota (Admin/Op Dinas Pendidikan Kab/Kota) Op Dinas Pendidikan Provinsi mau pun Operator Sekolah dengan user dan password yang bersifat unik (Untuk Op Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kab/Kota) sedangkan Operator Sekolah dengan Syarat, Proses Sinkronisasi/Pengiriman Data Sukses dilakukan melalui Aplikasi Dapodikmen. Jauh berbeda dengan Manajemen Pendataan Dapodikdas (SD-SMP) akses manajemen pendataannya hanya bisa diakses oleh Operator Dinas Pendidikan Kab/Kota dan Operator Dinas Pendidikan Provinsi saja.

-Login ke Manajemen Pendataan
1. Masukkan user name dan Password hasil registrasi awal Aplikasi Dapodikmen (untuk Operator Sekolah), Login ke Manajamen Pendataan versi Operator Sekolah, syaratnya sudah disebutkan diatas, Proses Sinkronisasi/Pengiriman Data Sukses .
2. Untuk Operator Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, masukkan user name dan password yang diberikan oleh Admin Pusat Dapodikmen
Gambar

Jika user name dan password sesuai/cocok maka akan muncul notifikasi sebagai berikut (perhatikan gambar)
Gambar

proses login sedang berlangsung, tunggu beberapa saat hingga sistem melakukan Reload untuk masuk ke Halaman Utama Manajemen Pendataan Dapodikmen..

-Perbedaan Manajemen Pendataan Dapodikmen dan Dapodikdas 
1. Tampilan Login Manajemen Pendataan Dapodikdas
Gambar
Bisa terlihat, pada garis merah disebutkan Bahwa “Akses dapat menggunakan akun operator kabupaten/kota, operator propinsi” tapi disini kita tidak akan membahas perbedaan keduanya, disini kita membahas menu-menu yang ada pada Manajemen Pendataan Dapodikmen sj.

setelah berhasil Login ke Manajemen Pendataan Dapodikmen, maka akan tampil halaman utama Manajemen Pendataan Dapodikmen seperti berikut
Gambar

Pada tabel sebelah kanan Laptop/PC akan tampil :
1. Peran : Operator Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, jika Bapak/Ibu Login dengan menggunakan user dan password KK Datadik Dapodikmen, begitu pun sebaliknya jika Bapak/Ibu Login dengan Menggunakan User name dan Password Aplikasi Dapodikmen, maka keterangan Peran –> Operator Sekolah XXXXXXXXXXXX
2.  Wilayah : Sudah Jelas

Untuk menuju ke Halaman Utama Manajemen Pendataan Dapodikmen, Klik menu “Manajemen Pendataan”
Gambar

Setelah menu “Manajemen Pendataan” diklik, maka Halaman Utama Manajemen Pendataan Dapodikmen sebagai Berikut.
Gambar

Penjelasan :
1. Beranda :
    a. User name adalah user yang kita digunakan untuk melakukan Login ke Manajemen Pendataan Dapodikmen
    b. Peran Guna : Sudah Jelas
    c. Level Wilayah : Kabupaten/Kota (jika Login sebagai Operator Dinas/KK Datadik Kab/Kota) sesuai dengan Peran 
    d. Kode Wilayah : adalah kode khusus yang bisa kita ketahui melalui link Referensi Data PDSP 
    e. Provinsi : Sudah Jelas
 

2. Manajemen Sekolah 
    Tempat/Menu dimana Operator Dinas Pendidikan Kab/Kota melakukan Download/Unduh Kode Registrasi Sekolah yang selanjutnya diteruskan/dibagikan ke Operator Sekolah sebagai Akses/Kunci untuk melakukan Input data pada Aplikasi Dapodikmen
Gambar

terdapat 3 (tiga) menu pada Tab menu “Manajemen Sekolah”, :
- Filter : Untuk mempermudah Operator Dinas Pendidikan Kab/Kota (KK Datadik) dalam melakukan Pencarian data Sekolah pada Manajemen Pendataan Dapodikmen.

- Edit : Fitur ini sepertinya belum bisa digunakan oleh Operator Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk melakukan Perubahan/Editing data Pokok Sekolah yang Salah, Contohnya , Nama Sekolah, NPSN, NSS dll.

- Download Kode Registrasi : Sudah Jelas bahwa menu ini digunakan untuk melakukan pengambilan Rekapan berbentuk file Ms. Office Excel, dimana di dalam Rekapan tersebut terdapat Kode Registrasi Sekolah sebagai Akses/Kunci Utama Operator Sekolah untuk melakukan Input data pada Aplikasi Dapodikmen.

 

3. Data Pokok Sekolah 
Tempat/Menu yang berisi data Pokok Sekolah yang disajikan dalam bentuk Chart/Diagram diantaranya :
- Bentuk Pendidikan, dan
Waktu Penyelenggaraan 

Tampilan Menu Data Pokok Sekolah
Gambar

Tampilan Menu Waktu Penyelenggaraan
Gambar

Sekian Penjelasan Tentang MANAJEMEN PENDATAAN DAPODIKMEN (KK DATADIK KAB/KOTA) 
semoga bermanfaat,
Mohon Maaf Jika ada kesalahan dalam Redaksi Kata-kata..

SALAM SATU DATA BERKUALITAS!!
Gambar

Tujuan Penguncian Jam Mengajar Bagi PTK (Guru) Yang SKTPnya Telah Terbit

Penguncian Rombel di Server Tunjangan Untuk PTK Yang Sudah SK
Wajib untuk dipahami oleh teman-teman Operator Sekolah, saya pribadi baru bisa memastikan hal tersebut diatas pagi hari ini setelah ada teman operator yang datang dengan membawa permasalahan data PTK yang JJM Liniernya masih kurang.

dengan membandingkan data di Dapodik, data pra_sk dan data di Web Lapor PTK akhirnya bisa kami simpulkan sebagai berikut;
Jika ada PTK yang sudah keluar SK Tunjangannya, maka Mata Pelajaran di Rombel yang digunakan oleh PTK tersebut akan di KUNCI oleh SERVER sehingga Mata Pelajaran di Rombel tersebut tidak bisa dipakai oleh PTK Lain. Hal ini bertujuan supaya tidak terjadi kecurangan data (ada indikasi sekolah yang kekurangan JJM melakukan pertukaran JJM antar PTK untuk proses cetak SK Tunjangan)
Contoh PTK Yang SKTP (SKTP Sudah Terbit)
Lapor Tunjangan DIKDAS1

contoh JJM di satu Rombel yang sudah dipakai oleh PTK untuk proses cetak SK Tunjangan (Lock JJM)

Lapor Tunjangan DIKDAS

Jadi PTK yang belum Valid Data Dapodiknya, Khususnya data Tunjangan (Jumlah Jam Mengajarnya) Karena Kekurangan Jam Mengajar (Min. 24 Jam/Minggunya), Silahkan melakukan Penambahan Jam diluar Sekolah Induknya, dengan melakukan Entrian Data di Dapodik disekolah yang tempat melakukan penambahan Jam (Sejenjang) atau melakukan Penambahan Jam diluar Jenjang Dikdas (penambahan jam di SMA/SMK) dengan melaporkan penambahan Jam diluar Dikdas tersebut ke Op Sim Tunjangan Profesi Dinas Pendidikan Kab/Kota dengan Melampirkan SK Pembagian Tugas Mengajar dari Sekolah diluar Dikdas (SMA/SMK) dan data-data pelengkap Lainnya..

Sekian Tulisan Tentang Tujuan Pengucian Jam Mengajar,
Bagi PTK (Guru SD/SMP) yang SKTPnya telah terbit..

Terima Kasih
SALAM PENDATAA
SALAM SATU DATA BERKUALITAS

Maksud dan Tujuan Generate Prefill Aplikasi Dapodikdas

Jika mendengar kalimat Generate Prefill, mungkin bagi Operator Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Operator Sekolah Khususnya sudah tidak asing lagi, tapi yuk kita maknai lagi apa maksud dan tujuan “Generate Prefill”..

Prefill (dalam Pendataan Dapodik) Adalah database awal hasil uploading data pada Aplikasi Dapodik v 13.0.1 (tahun 2012) yang dipackage ulang, sehingga ketika proses registrasi berhasil dilakukan, Operator Sekolah hanya mengentrykan data-data yang belum termuat pada Aplikasi Dapodik v 13.0.1, contohnya Siswa Baru dan Pemetaan Rombongan Belajar (Jumlah Siswa dan PTK yang mengajar di dalam Rombel/kelas)

Generate Prefill adalah pembaharuan data Lokal (Aplikasi) yang diambil dari proses pengiriman/Sinkronisasi data antara data Local (Aplikasi) dan Server Dapodikdas, dengan tujuan untuk memasukkan kembali data hasil sinkronisasi data Local (Aplikasi) yang tersimpan pada Server Dapodikdas Ditjen Dikdas Kemdikbud yang dikarenakan karena beberapa hal,

1. Aplikasi Dapodikdas Corrupt (Database)
2. Laptop/Media Pengentryan data terserang Virus
3. Kerusakan Komponen/Hardware media entry (HDD), yang mengakibatkan database Aplikasi tidak bisa diselamatkan

Tidak seperti tahun lalu (Dapodik v 13.0.1), Dapodikdas 2013 ini, Operator Sekolah tidak bisa melakukan pengambilan database/prefill hasil sinkronisasi terakhirnya secara mandiri, dikarenakan akses untuk melakukan generate prefill hanya diberikan kepada Op Dinas Pendidikan Kab/Kota (KK Datadik) dan CS (Client Service) dalam hal Ini Admin Pusat Aplikasi Dapodikdas Ditjen Dikdas Kemdikbud.

Langkah-Langkah Generate Prefill Aplikasi Dapodikdas (Khusus Op Dinas Pendidikan Kab/Kota) :
1. Sinkronisasi (proses pengiriman Data ke server harus berhasil)
2. Login Ke laman Login Manajemen (Operator Sekolah tidak bisa melakukan Akses)
3. Klik tab “Management”, “Data Prefill”
4. Cari Kecamatan di mana Sekolah yang akan dilakukan generate prefill berada
5. Kemudian Klik “Tampilkan”
6. Setelah Sekolah tersebut ditemukan, pada Kolom “Opsi”, Klik ‘Generate”, dan Tunggu Sampai ada Notifikasi browser “Prefill Berhasil dibuat”

Setelah generate prefill berhasil, buka website Pendataan Dapodikdas (Info Pendataan) kemudian Pilih Menu Download Data Prefill kemudian masukkan Kode Registrasi Sekolah untuk melakukan Download prefill, setelah itu klik “Download”,
(Lihat Gambar)
Gambar

setelah prefill selesai didownload, Silahkan lakukan Registrasi menggunakan user dan Password yang sama (Keadaan Awal Registrasi pra sinkronisasi).

Sekian Tulisan Tentang Maksud dan Tujuan Prefill Aplikasi Dapodikdas,
Semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan,
(Dah ngantuk soalnya :D )
Wassalam.. zzzzZZZZzz

APLIKASI PENDATAAN DAPODIKMEN (Draft)

Gambar

DASAR HUKUM
-Permendikbud nomor 1 tahun 2012 tentang organisasi dan tata kerja kementerian pendidikan dan kebudayaan.
-Instruksi Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2011
-Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)
-Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
-Surat Edaran nomor: 0293/MPK.A/PR/2014 tentang Pelaksanaan Instruksi Mentri nomor 2 tahun 2011

Penjelasan Aplikasi DAPODIKMEN

1. Aplikasi DAPODIKMEN adalah Penyatuan Aplikasi Pendataan dengan arah requirement sistem lebih besar (penyatuan database, user interface dan sinkronisasi)
2.Data hasil sinkronisasi dari PAS ke server DAPODIKMEN tahun 2013 dimigrasikan ke server DAPODIKMEN yang baru.
3. Prefill adalah data awal pada Aplikasi DAPODIKMEN. Data prefill adalah hasil generate/package dari data di server DAPODIKMEN baru.
4.Jika Sekolah sudah melakukan sinkronisasi data dari PAS ke server DAPODIKMEN, maka Sekolah melakukan ubah / update data.
5. Bagi Sekolah yang belum melakukan sinkronisasi data dari PAS ke server DAPODIKMEN hanya akan mendapatkan prefill yang memuat data identitas sekolah saja dan melakukan input data di aplikasi DAPODIKMEN.
6.Input data pada Aplikasi DAPODIKMEN diharuskan lengkap dan valid
7.Aplikasi DAPODIKMEN dapat melakukan pendeteksian seorang guru yang mengajar pada lebih dari satu Sekolah (merge).
8.Pada saat sinkronisasi terjadi proses dua arah.
9.Tidak Ada Menu Backup – Restore database lokal.
10.Tidak ada Menu Import data, Input data hanya bisa dilakukan secara manual
11.Pengiriman data melalui proses sinkronisasi ke server dikmen (disarankan menggunakan koneksi langsung tanpa proxy)
12.Kode registrasi adalah “kunci” untuk mengakses Aplikasi Dapodikmen. Pada kegiatan ini, Kode registrasi dapat diperoleh dari tim pengembang (kedepan direncanakan diperoleh di KKDATADIK). Pastikan Anda menggunakan kode registrasi sekolah Anda sendiri dan tidak membagi/menginformasikan kode ini pada pihak yang tidak berkepentingan. Kode Registrasi digunakan pada saat registrasi awal di aplikasi (aktivasi).
13.Username/email yang diisi pada saat registrasi harus aktif.Password yang diisi adalah password sesuai dengan yang diinginkan pengguna, digunakan pada saat pengguna akan login ke dalam Aplikasi

Overview Aplikasi DAPODIKMEN

Aplikasi DAPODIKMEN :
• Model: Web-based
• Platform: LAMPP stack
• Database: Postgresql 9.2
• Instalasi dipack berupa setup.exe

Spesifikasi minimal hardware dan software :
• Komputer: PC Desktop Dedicated
• Processor: Pentium Core Duo
• OS: Windows XP SP2, Windows Vista, Windows 7, Windows 8 dan
Windows Server 2003 atau yang terbaru
• RAM minimum: 512MB
• Harddisk: 250 MB
• Browser Menggunakan Google Chrome atau Mozilla Firefox terbaru
• Bersih dari virus/program yang dapat menggangu instalasi

Pra Instalasi Aplikasi DAPODIKMEN

1. Baca manual aplikasi DAPODIKMEN
2.Siapkan Komputer/Laptop dengan resolusi layar minimal 1024×768. Disarankan untuk tidak menggunakan Netbook.
3.Pastikan di komputer/laptop sudah terinstal web browser Firefox atau Chrome versi terbaru (tanpa plugin / tools tambahan)
4.Download Aplikasi DAPODIKMEN yang direkomendasikan/terbaru. Aplikasi dapat di download di http://202.92.204.193:8090
5. Download prefill untuk sekolah anda di http://202.92.204.194/prefill
6.Pastikan sudah memiliki Kode Registrasi sekolah.
7.Setting Waktu Lokal / Komputer  pilih GMT+07.00 untuk WIB (disesuaikan dengan zona waktu masing masing)

ROAD MAP DAPODIKMEN
2014:
-SKTP & Aneka Tunjangan
-BOS
-Rehab
2015:
-UN – Puspendik
-SNMPTN & SBMPTN
-Antar Jenjang (PDPT – Dapodikdas – Dapodikmen)

ALUR APLIKASI DAPODIKMEN
Gambar

Alur Entry DAPODIKMEN

Gambar

Untuk Penjelasan Yang Lebih, Tentang Aplikasi Pendataan DAPODIKMEN Ditjen Dikmen Kemdikbud,
berikut saya lampirkan beberapa Penjelasan tentang Aplikasi Pendataan DAPODIKMEN dan Manual Book Aplikasi Pendataan DAPODIKMEN.
1. (Draft) Panduan Teknis Penggunaan Aplikasi Dapodikmen Ditjen Dikmen Kemdikbud
2. Kebijakan Pendataan dan Penggunaan Teknis
3. Manual Book DAPODIKMEN (Sekolah Menengah Atas)
4. Manual Book DAPODIKMEN (Sekolah Menengah Kejuruan)
5. Manual Book DAPODIKMEN (Sekolah Menengah Luar Biasa)

6. Formulir Pendataan (F-SEK, F-PD dan F-PTK) & Panduan Pengisian Formulir Aplikasi Dapodikmen

TERIMA KASIH,
SALAM SATU DATA BERKUALITAS!!Gambar

Cara Mengetahui Kode Bidang Studi Sertifikasi Guru Berdasarkan Nomor Peserta Sertifikasi

Nomor peserta sertifikasi guru adalah nomor identitas yang dimiliki peserta sertifikasi guru dan spesifik untuk masing-masing peserta. Oleh karena itu nomor peserta tidak ada yang sama, tidak boleh salah, dan harus diingat.
Nomor peserta ini akan digunakan terus oleh peserta mulai pelaksanaan sertifikasi guru sampai dengan penyaluran tunjangan profesi guru. 
Nomor peserta sergu terdiri dari 14 digit yang masing-masing digit mempunyai arti dengan rumusan kode digit sebagai berikut:

Contoh :
Berikut Sertifikat Pendidik Guru (Mohon Maaf beberapa tulisan saya sembunyikan, dan Gambar Sertifikat Pendidik ini berasal dari Kab. Pandeglang Banten)
Gambar

Perhatikan Kalimat “Nomor Peserta:”, pada gambar tertulis 14 Digit Angka yang menandakan bahwa Nomor Peserta Sertifikasi Guru untuk Guru “Fulan” adalah “07280110700005”, untuk mengetahui Kode Bidang Studi Sertifikasi Guru Tersebut maka kita lakukan pengejaan ke-14 Digit Nomor Peserta Sertifikasi diatas :
a. Digit 1 dan 2 adalah kode tahun pelaksanaan sertifikasi guru ( 07 = Tahun 2007 )
b. Digit 3 dan 4 adalah kode provinsi  ( Kode Provinsi Banten = 28 )
c. Digit 5 dan 6 adalah kode kabupaten/kota ( Kode Kabupaten Pandeglang = 01 )
*(Kode Wilayah “Provinsi maupun Kab/Kota” bisa dilihat pada Pusat Data Statistik Pendidikan “PDSP)

Khusus untuk SLB diisi nomor kode kabupaten/kota dimana guru tersebut mengajar.
d. Digit 7, 8, dan 9 adalah kode bidang studi yang disertifikasi (Kode Bidang Studi yang disertifikasi = 107
e. Digit 10 adalah kode kementerian 
*1) Kementerian Pendidikan Nasional, kode “1”.
 2) Kementerian Agama, kode “2”.
f. Digit 11 s.d. 14 adalah nomor urut peserta sesuai dengan nomor urut pada SK Penetapan Peserta Sertifikasi Guru pada Aplikasi AP2SG ( 0005 )

maka Kode Bidang Studi Sertifikasi untuk Guru pada Sertifikat Pendidik adalah “107 : Pendidikan Jasmani dan Kesehatan”,
untuk lebih jelas mengenai kode bidang studi sertifikasi guru dan konversi kode bidang studinya silahkan pahami tabel Konversi Bidang Studi yang bisa diunduh disini

Mohon Maaf jika ada kesalahan maupun kekurangan dalam pemaparan “Cara Mengetahui Kode Bidang Studi Sertifikasi Guru Berdasarkan Nomor Peserta Sertifikasi Sertifikasi”
Sekian dan Terima Kasih

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.