SIM PEMERATAAN GURU 2014 Jenjang Pendidikan Dasar (DIKDAS)

SIM PEMERATAAN PTKSIM Pemerataan Guru (SIM PKG) adalah sebuah Aplikasi Penataan Guru dari Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (P2TK Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. untuk dijadikan acuan bagi pengelola pendidikan yang berwenang membina guru dalam menentukan kebijakan dan merencanakan serta mengkaji ulang kebutuhan guru di Kabupaten/Kota dengan Dasar Hukum :

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah;
  3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil;
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil;
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 38Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah, PemerintahanDaerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
  9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan;
  10. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Dan Menteri Agama Nomor  05/X/Pb/2011, Nomor  Spb/03/M.Pan-Rb/10/2011, Nomor  48 Tahun 2011, Nomor  158/PMK.01/2011, dan Nomor  11 Tahun 2011   tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil
  11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah;
  13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 atas perubahan Peraturan Menteri Pendidikan NasionalNomor 15Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar Di Kabupaten/Kota;
  14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah;
  15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah;
  16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan;
  17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum;

dengan adanya Aplikasi SIM Penataan Kebutuhan Guru jenjang Dikdas ini, kebutuhan guru dapat diketahui jumlah guru yang memenuhi beban mengajar paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka per minggu dan jumlah guru yang tidak mendapat alokasi mengajar paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka per minggu. dan dengan Pemberlakuan Kurikulum 2013 secara nasional mulai tahun pelajaran 2014/2015 akan berdampak pada perubahan kebutuhan jenis dan jumlah guru, sehingga setiap satuan pendidikan harus menyusun kebutuhan guru pada sekolah masing-masing.Dengan demikian, kabupaten/kota mendapatkan data kebutuhan guru yang akurat.

saat ini Aplikasi SIM Penataan Kebutuhan Guru 2014 masih dalam tahap pengembangan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (P2TK Dikdas) dan jika tidak penulis tidak salah mengingat SIM Pemerataan Guru adalah Pengembangan dari Aplikasi SIM Rasio PTK Dikdas

SIM RASIO PTK
(Tampilan SIM Rasio PTK Dikdas)

Untuk Lebih Lengkap terkait Penjelasan Aplikasi SIM Pemerataan Guru berikut Lampiran Penjelasan aturan-aturan yang mendasari Penerapan Aplikasi SIM Pemerataan Guru :
-SIM PEMERATAAN GURU 2014-
-Materi Sosialisasi SIM PEMERATAAN GURU 2014 (Mataram 21 Agustus 2014)-

Fanpage Facebook SIM Rasio P2TK Dikdas

Semoga Bermanfaat
Terima Kasih

Sistem Pemantauan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar (e-SPM Dikdas)

spmSistem Pemantauan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar program baru guna Pengembangan kapasitas SPM untuk mendukung  implementasi standar pelayanan minimal dikabupaten-kabupaten dan sekolah di Indonesia berdasarkan Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas) Semester 2 Tahun Ajaran 2013/2014 dengan level akses :

1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR
BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN memberikan pembekalan (Training) kepada Dinas Pendidikan Provinsi

2. Dinas Pendidikan Provinsi Memberikan Pembekalan (Training) Kepada Dinas Pendidikan Kab/Kota dalam hal proses transaksi data e-SPM Ditjen Dikdas

3. Dinas Pendidikan Kab/Kota Mencetak Kuisioner e-SPM Ditjen Dikdas sesuai Jumlah Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar pada Kabupaten/Kota dan melakukan Sosialisasi Pengisian Instrument/Kuisioner ke Satuan Pendidikan (Sekolah), kemudian hasil isian Instrument/Kuisioner e-SPM Ditjen Dikdas tersebut diserahkan kembali oleh Satuan Pendidikan ke Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk diinputkan ke Sistem Pemantuan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (e-SPM).

Selanjutnya setelah proses Transaksi Data e-SPM selesai dilakukan di Tingkat Kab/Kota yang melibatkan Satuan Pendidikan dan Dinas Pendidikan Kab/Kota, maka Dinas Pendidikan Provinsi Melakukan Monev (Monitoring dan Evaluasi) hasil Transaksi Data dari Satuan Pendidikan melalui Dinas Pendidikan Kab/Kota dan selanjutnya Dinas Pendidikan Provinsi memberikan masukan kepada Kabupaten/Kota untuk pencapaian Standar Pelayanan Minimal,

sedangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (Sesditjen Dikdas) Bagian Perencanaan dan Penganggaran (Bagren Ditjen Dikdas) melakukan Monev dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota guna memberikan arahan dan masukan dalam pencapaian Standar Pelayanan Pendidikan Dasar  yang sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 Tentang Pengintegrasian SPM Dalam Perencanaan dan Penganggaran Kabupaten/Kota.

jadi anggapan selama ini bahwa Operator Sekolah melakukan proses Input Data Melalui Sistem Evaluasi Pemantuan Pelayanan Minimal (e-SPM) Ditjen Dikdas adalah salah, karena tugas tersebut (Proses Entry Data / Kuisioner e-SPM) dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota, sedangkan Satuan Pendidikan (Sekolah) hanya diberikan Instrument/Kuisioner hasil print out dari Sistem e-SPM untuk selanjutnya diisikan dan diserahkan kembali ke Dinas Pendidikan Kab/Kota.

Hanya karena begitu banyaknya program-program yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhir-akhir ini yang mengakibatkan timbulnya pemikiran dari teman-teman Operator Sekolah, bahwa setiap Sistem yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga merupakan pekerjaan / Tugas Operator Sekolah.

Sekian Penjelasan Singkat tentang Sistem Pemantauan Evaluasi Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar
Mohon Maaf jika ada kesalahan dalam Redaksi postingan ini.

SALAM SATU DATA BERKUALITAS
UNTUK PENDIDIKAN YANG BERKELAS

-Panduan Pengelolaan Sistem Pemantauan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar (e-SPM Dikdas)-

Alur Pengajuan Kode Registrasi Sekolah Aplikasi Dapodik (Dikdas/Dikmen)

Alur Koreg BaruSeperti yang kita ketahui bahwa Aplikasi Data Pokok Pendidikan, baik itu Jenjang Pendidikan Dasar (Dapodikdas) mau pun Jenjang Pendidikan Menengah (Dapodikmen) telah berjalan dan sudah melakukan proses pengentryan Data-Data sesuai permintaan yang tersedia pada Aplikasi tersebut, namun pada dasarnya masih banyak sekolah-sekolah jenjang pendidikan dasar dan menengah belum terdaftar (Registrasi) pada Sistem Pendataan Dapodik ini,
baik dari kurangnya sosialisasi dari Dinas Pendidikan Kab/Kota, kurangnya perhatian dari Sekolah atau bahkan sekolah tersebut belum diajukan oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk mendapatkan kode registrasi sebagai kunci untuk melakukan proses transaksi input data mau pun proses pengiriman data ke server pendataan Dapodik (Dapodikdas / Dapodikmen). karena sesuai surat edaran dari masing-masing Direktorat (Ditjen Dikdas maupun Ditjen Dikmen), bahwa Aplikasi Dapodik ini,
data hasil pengiriman (transaksi) atau yang lebih kenal dengan Sinkronisasi akan dijadikan sebagai dasar pengambilan Kebijakan di masing-masing Direktorat (Bantuan Oprasional Sekolah “BOS”, Bantuan Siswa Miskin “BSM”, Tunjangan Guru, Bantuan Dana Alokasi Khusus “DAK”) dan lain-lain.

pada kesempatan ini kita akan membahas alur penerbitan/pemberian Kode Registrasi sekolah pada Sekolah yang belum mendapatkan (terdaftar) pada sistem Pendataan Data Pokok Pendidikan Kemdikbud

Satuan Pendidikan

  1. Satuan Pendidikan (Sekolah) mengajukan permintaan kode registrasi ke Dinas Pendidikan Kab/Kota (KK Datadik Kab/Kota)
  2. Satuan Pendidikan telah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan terdata pada Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP)
  3. Melampirkan data Pendukung (Nomor NPSN, SK Ijin Operasional dan SK Pendirian Sekolah)
  4. Melakukan Proses Generate prefill
  5. Melakukan Proses Registrasi
  6. Melakukan Proses Input Data dan Transaksi Data (Sinkronisasi)
    * Point 4 s/d 6 bisa dilakukan jika proses pengajuan kode registrasi sudah disetujui Oleh Masing-Masing Administrator Pendataan Pusat dan Operator Dinas Pendidikan Kab/Kota telah memberikan/mendistribusikan Kode Registrasi tersebut ke sekolah bersangkutan.

Dinas Pendidikan Kab/Kota

  1. Mengajukan Permintaan Kode Registrasi Sekolah bersangkutan melalui Administrator Pendataan Dapodik Pusat (Ditjen Dikdas / Ditjen Dikdas) ke alamat email :
    Jenjang Pendidikan Dasar  koderegistrasi@gmail.com 
    Jenjang Pendidikan Menengah datadikmen@kemdikbud.go.id
  2. Mengecek Manajemen Pendataan
  3. Mendistribusikan hasil pengajuan ke Sekolah bersangkutan
    * Point 2 & 3 : jika proses pengajuan kode registrasi sudah disetujui Oleh Masing-Masing Administrator Pendataan Pusat

Administrator Dapodik (Ditjen Dikdas / Ditjen Dikmen)

  1. Memproses pengajuan/permintaan Kode Registrasi Sekolah dari Dinas Pendidikan Kab/Kota
  2. Menginsertkan Kode Registrasi hasil Approval ke Laman Manajemen Pendataan masing-masing Pendataan melalui Dinas Pendidikan Kab/Kota

Untuk Lebih lengkapnya silahkan kunjungi
-Dapodikdas Kemdikbud
-Dapodikmen Kemdikbud

Cukup Sekian tentang Penjelasan Pengajuan Kode Registrasi Sekolah baru, pada Aplikasi Dapodik (Dikdas & Dikmen)
Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kesalahan dalam penjelasan mau pun tulisan

SALAM SATU DATA BERKUALITAS
UNTUK PENDIDIKAN YANG BERKELAS

 

SOLVING CASE DAPODIKDAS 3.0.0 (Versi 1)

UntitledPada Kesempatan kali ini kita akan membahas “Solving Case Dapodikdas 3.0.0″
Solving Case maksudnya adalah pemecahan sebuah masalah atau solusi dari sebuah kasus yang kita alami, (bukan detektif conan yee :D )

Langsung saja kita mulai Solving Case Dapodikdas 3.0.0

1. Kasus “Kode Registrasi Tidak Temukan

  • Pastikan Kode Registrasi sesuai dengan kode registrasi sekolah (sebenarnya)
  • Perhatikan Penulisan Kode Registrasi benar (bukan huruf kecil)
  • Pastikan prefill dapodik sudah pada tempatnya (C:/prefill_dapodik)

2. Kasus “Gagal Membuat Temporari Files

  • Pada kasus ini Laptop/Media entry data Dapodikdas bisa dipastikan corrupt (rusak) pada sisi software (Sistem Windows Laptop) yang diakibatkan oleh Virus
  • Lakukan repair Windows (Install Ulang Windows)
  • Ketika melakukan Instalasi Klik Kanan pada Setup Aplikasi Dapodikdas versi 3.0.0 Run As Administrator

3. Kasus “Maaf Sebagian data tidak masuk

  • Pastikan koneksi ketika melakukan proses Generate Prefill stabil
  • Lakukan Registrasi dengan keadaan Laptop terkoneksi dengan Internet
  • Lakukan Force Cahce (Ctrl + F5) atau dengan membersihkan History Browser pada Aplikasi Browser yang anda gunakan
  • Jika konfirmasi hasil registrasinya masih sama, silahkan menunggu hasil investigasi Tim Pusat Dapodikdas Kemdikbud

4. Kasus “Ukuran file prefill dapodikdas 1kb

  • Lakukan proses generate ulang prefill melalui laman Aplikasi Prefill
  • Pastikan koneksi pada saat melakukan proses generate prefill Stabil (tanpa Request Timed Out) antara koneksi Laptop mau pun Konkesi ke Server Dapodik Ditjen Dikdas
  • Unduh/Download hasil generate prefill tadi laman Aplikasi Prefill atau melalui laman Download Database Prefill

5. Kasus “Kolom Menit pada Data Periodik Siswa dan Kolom Isian Kerusakan Sarpras Hilang/Tidak Tampil

  • Gunakan Aplikasi Selancar/Browser yang sesuai dengan spesifikasi sebagai berikut :
    -Google Chrome versi 33/34
    -Opera versi 16
    -Maxthon Browser
    -Spark Baidu Browser
    -Safari Browser 

6. Kasus “Tidak Bisa melakukan Penghapusan Data Sarpras

  • Login ke Periode sebelumnya untuk menghapus Data Turunan Sarpras yang akan dihapus (Periodik dan Sarpras)
  • Lakukan Refresh Aplikasi dengan menekan F5 atau Kombinasi Keyboard Ctrl + F5 pasca melakukan Penghapusan data pada Periode sebelumnya (Semester Ganjil 2013/2014 dan Semester Genap 2013/2014)
  • Lakukan Hal yang sama pada Periode Ganjil 2014/2015

to be continued :D

SALAM SATU DATA BERKUALITAS
UNTUK PENDIDIKAN YANG BERKELAS

-Noercholish Asir L-

Aplikasi Pendataan Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas) T.P 2014/2015 II (Store Procedure)

Aplikasi Data Pokok Pendidikan Dasar atau yang biasa disingkat Dapodikdas telah memasuki tahun ke-3 yang dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (Ditjen Dikdas) Kemdikbud sebagai Implementasi dari Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 2 Tahun 2011 tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan dan menjadikan Pendataan Dapodik, baik Dapodikdas dan Dapodikmen (yang sedang berjalan Saat ini) sebagai Pendataan Tunggal di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dibidang Pendidikan Dasar (Dapodikdas) mau pun di Bidang Pendidikan Menengah (Dapodikmen).

pada kesempatan ini kita akan membahas tentang tools Store Procedure dimana tools ini tersimpan di server yang berguna untuk mencari data PTK atau Peserta Didik baru yang sebelumnya telah dimutasikan/diluluskan bagi PTK dan PD dari Aplikasi Dapodikdas sekolah yang lama dan user/Operator Sekolah melakukan penambahan PTK atau PD baru melalui menu “Tambah” pada Aplikasi Dapodikdas versi 3.0.0.

sebenarnya tool Store Procedure ini sudah ada pada Aplikasi Dapodikdas versi 2.0.4, namun pada penerapannya masih terdapat kendala, sehingga tools ini dinon aktifkan oleh Administrator Dapodikdas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai antisipasi keterlambatan ketersediaan data yang akan digunakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dalam mengimplementasikan program-program dan kebijakan yang berlaku di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dalam hal ini Ditjen Dikdas dan P2TK Dikdas) 

Alur penerapan Store Procedure
alur penerapan tools store procedure melalui mekanisme Sinkronisasi (Sync) yang terbagi menjadi 2 kali proses sinkronisasi dengan delay atau waktu tunda akibat proses transmisi data dari satu titik ke titik lain yang dituju (dalam hal ini server PDSP Kemdikbud sebagai pusat store procedure) 

1. OP Input PD dan PTK Baru
2. Sync (1st)
3. Data kekirim ke pusat (Sinkronisasi Berhasil)
4. Store Procedure di server dijalankan (ini fungsinya mencari pd/ptk yg telah di ajukan, apakah ada tidak datanya di server). Jika ada maka data di update (tambah registrasi_peserta_didik dan ubah data yg telah ditemukan tsb utk siap dikirimkan ke lokal). Namun jika tidak, maka data tsb diberi tanda bahwa tidak ditemukan
5.  Sync (2st), : Sync kedua (2nd) ini data2 yg telah di beri tanda maupun di ubah oleh SP tsb akan dikirimkan dari server. Intinya, PD/PTK baru bisa berjalan jika SP (Store Procedure) yg ada di server telah dijalankan..

Hasil Sinkronisasi Jika Sukses dan “SP (Store Procedure)” sudah dijalankan pada server, Peserta Didik Baru “Kelas 7 SMP”  dan Siswa Mutasi Masuk (Lulusan SD mau pun Mutasi dari sekolah) jenjang SMP sudah bisa dipindahkan ke Tabel Utama jika kolom “Sts” berubah warna merah dan jika data tidak temukan kolom “Sts” warna tidak berubah (Hijau).
selanjutnya PTK atau Peserta Didik yang datanya ditemukan pada server melalui mekanisme Store Procedure (SP) bisa dipindahkan ke “Tabel Utama

Untitled

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekian Informasi tentang mekanisme Store Procedure pada Aplikasi Dapodikdas versi 3.0.0, semoga bermanfaat dan bisa mengurangi rasa penasaran teman-teman Operator Sekolah terkait Peluncuran Resmi Aplikasi Dapodikdas Generasi ke-3 (Dapodikdas versi 3.0.0) yang akan release resmi pada tanggal 1 Agustus 2014 (Informasi dari Administrator Dapodik Ditjen Dikdas)

 

SALAM SATU DATA BERKUALITAS

 

 

WEBSIDE RESMI YANG DIGUNAKAN PENDAFTARAN SELEKSI FORMASI ASN

Surat menteri PAN-RB merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri PAN-RB nomor B/2550/M.PAN-RB/06/2014 tanggal 20 Juni 2014 perihal Tambahan Alokasi Formasi ASN.  dalam Surat menteri tersebut aplikasi pendaftaran CPNS secara online yang dimiliki Badan Kepegawaian Negara (BKN), yaitu sscn.bkn.go.id

Menurut Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tasdik Kinanto PPK diminta segera mengirimkan persyaratan pendaftaran CPNS secara detail di masing-masing instansi Panselnas ASN 2014. “Selanjutnya  akan dipublikasikan melalui website portal pendaftaran seleksi formasi ASN secara nasional,” .

Kepala BKD menegaskan agar Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk segera berkoordinasi dengan Kanreg BKN atau Laboratorium Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kemendikbud yang ada di provinsi, untuk mempersiapkan pelaksanaan seleksi CPNS di kabupaten dan kota, Dalam seleksi pegawai ASN untuk tahun 2014 secara keseluruhan diwajibkan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).  

Nah berikut ini situs resmi Nasional yang akan digunakan  untuk pendaftaran seleksi formasi ASN :
 
sedangkan untuk persyaratan pendaftaran tersebut dapat disampaikan ke alamat email : evalap.sdmaparatur@menpan.go.id atau  evalap.sdmaparatur@gmail.com dalam bentuk soft copy dengan format word.
 
Demikian informasi yang dapat menjadi acuan rekan-rekan yang mengikuti seleksi CPNS untuk tahun 2014, semoga informasi ini dapat membantu rekan-rekan

Aplikasi Pendataan Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas) T.P 2014/2015

Aplikasi Data Pokok Pendidikan Dasar atau yang biasa disingkat Dapodikdas telah memasuki tahun ke-3 yang dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (Ditjen Dikdas) Kemdikbud sebagai Implementasi dari Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 2 Tahun 2011 tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan dan menjadikan Pendataan Dapodik, baik Dapodikdas dan Dapodikmen (yang sedang berjalan Saat ini) sebagai Pendataan Tunggal di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dibidang Pendidikan Dasar (Dapodikdas) mau pun di Bidang Pendidikan Menengah (Dapodikmen).

Pada Aplikasi Dapodikdas generasi ke-3 (Dapodikdas versi 3.0.0) menurut salah satu pengembang/Administrator dan juga Staf Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Bapak Yusuf Rokhmat  menjelaskan “Dapodikdas generasi ke-3 Tidak banyak perubahan yang terjadi pada aplikasi terbaru yang tidak lama lagi akan disebar luaskan tersebut. Fasilitas tambahan yang sudah ramai beredar mengenai penambahan fasilitas pengisian nilai raport pada versi 3.0.0 ini BATAL ditambahkan, artinya secara fasilitas tidak ada penambahan fasilitas baru hanya penambahan jenis isian saja dan penyempurnaan fasilitas yang sudah ada” namun perlu mengingat bahwa pada Aplikasi Dapodikdas generasi ke-2 (versi 2.0.0 s/d versi 2.0.8) yang saat ini masih berjalan ada begitu banyak kendala yang dihadapi oleh user/Operator Sekolah, mulai dari permasalahan entry data hingga proses pengiriman data ke server Dapodikdas.

tidak banyak berubah dalam artian mulai dari proses Registrasi sampai proses pengiriman data Dapodikdas (Sinkronisasi) masih sama dengan Aplikasi Dapodikdas generasi ke-2, dan menurut bocoran info dari para user yang sedang melakukan testing Aplikasi Dapodikdas generasi ke-3 (versi 3.0.0) hanya ada penambahan menu isian, contohnya 
1. Akreditasi Sekolah  :
- SK Akreditasi
-TMT & TST Akreditasi,
-Status Akreditasi, dan
- Lembaga yang memberikan Akreditasi Sekolah  

2. Program Inklusi
- Melayani Program Inklusi
-SK Program Inklusi
-TMT & TST
 Inklusi
-Keterangan

3. Action Menu gunanya untuk menampilkan data-data (Sortir) mulai dari Data yang terhapus sebagai tindak lanjut dari keluhan user/Operator Sekolah yang seringg menemukan data berganda pada server Dapodikdas (progress Pengiriman)
Action Menu terdapat pada Menu utama “Peserta Didik”, “PTK”, “Sarpras”, dan “Rombongan Belajar” 

Jika melihat dari antusiasme Operator Sekolah dalam mensukseskan pendataa Dapodik ini perlu kiranya merevisi kebijakan testing yang hanya dilakukan oleh beberapa Individu saja karena jika menelisik jauh lebih dalam Program berskala Nasional seperti ini harusnya melibatkan semua user/Operator Sekolah Jenjang Dikdas diseluruh setidaknya terjadi hubungan Feedback antara administrator Program (Ditjen Dikdas) dan Operator Sekolah dan untuk mengurangi permasalahan teknis yang terjadi dilapangan dengan Mendengarkan Masukan-masukan yang diberikan oleh Operator Sekolah demi terwujudnya Tagline pendataan Dapodik “SATU DATA BERKUALITAS” (Jika mimpi yang saya tuliskan ini menjadi kenyataan) :D

Sekian informasi tentang Aplikasi Dapodikdas versi 3.0.0
semoga bermanfaat bagi kita semua..

SALAM SATU DATA BERKUALITAS !!

Verifikasi dan Validasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kemdikbud

Gambar

Verifikasi dan Validasi PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Tujuannya adalah untuk melakukan Verifikasi data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) berupa NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) sesuai amanat Instruksi Menteri Pendidikan Nasional No. 2 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Data Pendidikan dan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Tentang Pelaksanaan Instruksi Menteri No. 2 Tahun 2011.

Sekilas Spoiler Laman Verifikasi dan Validasi PTK (Akun KK Datadik Kab/Kota)
-Login ke Laman Verifikasi dan Validasi PTK
-Masukkan User Name dan Password (Untuk Sementara User yang dapat Login Hanya KK Datadik Kab/Kota atau Op Dinas Pendidikan Kab/Kota)

1. Dasboard (Spoiler)

Gambar

2. Rekap
Tab Menu “Rekap” terbagi atas 4 Menu :
-Referensi PTK
-Referensi NUPTK
-Residu Per Jenjang
-Residu Per Jenis Erorr

-Referensi PTK (Spoiler) 

Gambar

-Referensi NUPTK (Spoiler)

Gambar

-Residu Per Jenjang (Spoiler)
Gambar

-Residu Per Jenis Error (Spoiler)

Untitled

3. Pengelolaan
-Revisi Data Identitas PTK, dan
-Merger PTK 

Revisi Data Identitas PTK (Spoiler)
Gambar

Merger PTK (Spoiler)
Gambar

Penjelasan Tentang Tata Cara Verifikasi dan Validasi PTK,
Akan kita bahas pada pembahasan selanjutnya.

Mohon Maaf Jika ada Kesalahan dalam Pembahasan Ini
SALAM SATU DATA BERKUALITAS

Noercholish Asir L

Pengecekan Data Peserta Didik Hasil Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN)

Pada Post sebelumnya, Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN) Berdasarkan data Dapodik, sudah dijelaskan tentang tata cara melakukan verifikasi dan validasi data peserta didik (NISN), maka pada Post ini kita akan membahas tentang cara melakukan Pengecekan Data Peserta Didik Hasil Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN).
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
-Buka Laman Nomor Induk Siswa Nasional 
 

Gambar
                                         (Tampilan Laman Nomor Induk Siswa Nasional)

Pada Tampilan Laman Nomor  Induk Siswa Nasional, terdapat 7 Menu Utama yang terdiri dari :
-Beranda
-Tentang NISN
-Aturan dan Kebijakan
-Formulir Pengajuan
-Data Siswa
-Kontak Kami
-FAQ
untuk melakukan pengecekan data siswa (NISN) hasil akhir laman verifikasi dan validasi peserta didik, klik Menu “Data Siswa” 

Gambar

akan tampil 2 (dua) menu proses pengecekan data :
1. Pencarian Berdasarkan NISN
2. Pencarian Berdasarkan Nama
Gambar

Untuk proses Pengecekan/Pencarian Berdasarkan NISN :
-Ketik/Copas Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) pada Kolom yang telah disediakan
-Klik menu “Cari” 
-Dan Tunggu hingga sistem selesai melakukan Pencarian

Gambar

Setelah Proses pencarian data siswa Berdasarkan NISN, maka hasilnya seperti ini (Alur) 

Gambar

 

Untuk proses Pengecekan/Pencarian Berdasarkan Nama :
-Ketikan “Nama” Siswa
-Ketikan “Tempat Lahir” Siswa
-Ketikan “Tanggal Lahir” Siswa dengan format (HH/BB/TTTT)
-Kemudian Klik Menu “Cari” dan Tunggu hingga sistem selesai melakukan proses pencarian data siswa

jika proses pencarian selesai maka hasilnya seperti ini (Alur) 

Gambar

untuk lebih memahamkan Rekan-Rekan,
berikut lampiran persentasi Pengecekan Hasil VerVal NISN
-Download disini-

Sekian penjelasan tentang Tata Cara “Pengecekan Data Peserta Didik Hasil Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN)” 

Semoga Bermanfaat,
Mohon Maaf jika ada Penjelasan yang salah

SALAM SATU DATA BERKUALITAS !

Noercholish Asir L

 

Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN) berdasarkan Data Dapodik

Dasar Hukum Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN) yang dilakukan Oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSPKementerian Pendidikan dan Kebudayaan
-PERMENDIKBUD NO. 1 Tahun 2012
 Pasal 959 :
 
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958, Bidang Data PesertaDidik, Pendidik, danTenaga Kependidikan menyelenggarakan fungsi:

  1. penyusunan bahan kebijakan teknis pengelolaan data peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan pada semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan;
  2. penyusunan bahan koordinasi danf asilitasi pengelolaan data peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan pada semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan;
  3. pelaksanaan kompilasi, validasi dan integrasi data peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan setiap satuan pendidikan pada semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan; dan
  4. pengelolaan data pesertadidik, pendidik, dan tenaga kependidikan pada semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan. 

  Pasal 961 :

  1. Sub bidang Validasi dan Integrasi Data Peserta Didik mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan kebijakan teknis, koordinasi, dan fasilitasi pengelolaan data, kompilasi, validasi, dan integrasi serta pengelolaan data peserta didik pada semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan.
  2. ………..

Tujuan Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN) adalah untuk melakukan Pencocokan data peserta didik antara data peserta didik yang ada atau tesimpan di server PDSP (Pusat Data dan Statistik Pendidikan) dan melakukan Pemberian atau penomoran baru kepada siswa yang belum memiliki NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) berdasarkan data yang terinput pada Aplikasi Dapodikdas melalui proses atau Mekanisme pengiriman data “Sinkronisasi“.

Mekanisme Pemberian NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) bagi peserta didik
Gambar

Tampilan Laman Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN)
Gambar

Tampilan diatas dapat diakses melalui Laman Verifikasi dan Validasi dengan memasukkan (login) user name dan Password Aplikasi Pendataan Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas)

Langkah-Langkah Melakukan Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (NISN)

Login ke Laman Verifikasi dan Validasi Peserta Didik dan Masukkan User Name dan Password Aplikasi Pendataan Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas) 
Gambar

Penjelasan Menu pada Laman Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (Pasca Sukses Login)
Gambar

Untuk Melakukan Proses Verifikasi dan Validasi Peserta Didik yang ada pada menu “Residu” 
Klik menu “Residu” Kemudian Klik “Nama Siswa” dan tunggu sampai Proses Pencarian data siswa dilakukan diserver PDSP
Setelah Proses Pencarian Data Siswa Selesai dilakukan oleh Sistem, maka akan Tampil hasil pencarian seperti berikut (Contoh) :
Gambar

Penjelasan :
Kolom Pertama (Atas) adalah Kolom Data Hasil Entry Operator Sekolah melalui Aplikasi Dapodik, sedangkan Kolom Kedua (Bawah) adalah kolom Tampilan data siswa yang tersimpan diserver PDSP
Jika data siswa (antara Kolom atas dan bawah) ada ketidak sesuaian Nama Siswa, Tanggal Lahir, dan Tempat Lahir antara Data Hasil Entry pada Aplikasi Dapodikdas dan Data Siswa yang tersimpan di Server Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP), Klik menu “Search Next”,

Pada “Pencarian Ke-2″ tidak ditemukan data yang sesuai (No record to display) atau tidak ditemukan data yang sama dengan data PDSP sehingga dilakukan “Pencarian 3″ dengan menekan/mengklik tombol “Search Next” 
Gambar

Jika sampai “Pencarian 5″ atau “Pencarian 6″ tidak ada data siswa yang sesuai, Klik menu “Not Match” dan Tunggu hingga prosesnya selesai,
dan setelah prosesnya selesai maka data siswa tersebut akan beralih atau pindah ke menu “Referensi” dan mendapat Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang baru. Tetapi apabila pada Pencarian awal (Pencarian 1) atau Pencarian 2 dst data siswa tersebut sama antara data Dapodikdas dan data yang tersimpan di server PDSP, Klik menu “Match”  dan Tunggu hingga prosesnya selesai,
dan setelah prosesnya selesai, dan siswa tersebut tetap menggunakan NISN yang sebelumnya digunakan oleh siswa Tersebut.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA SAAT MELAKUKAN PROSES VERIFIKASI DAN VALIDASI PESERTA DIDIK :

  1. Pencarian data peserta didik dilakukan menggunakan 6 (enam) pendekatan sehingga operator sekolah bisa melakukan pencarian dengan meng-klik tombol Search Next sebanyak 6 kali untuk menemukan data yang sama antara data PDSP dengan data DAPODIK.
  2. Jika telah dilakukan 6 kali pencarian namun tidak ditemukan data yang sama, maka operator dapat meng-klik pada tombol Not Match. Operator sekolah harus benar-benar yakin bahwa tidak ditemukan kesamaan/kemiripin data setelah dilakukan pencarian data sebanyak 6 kali.
  3. Perubahan data DAPODIK dilakukan melalui aplikasi DAPODIK. Data yang sudah diubah harus dilakukan sinkronisasi (Proses Kirim Data pada Aplikasi Pendataan Dapodik) supaya data tersebut bisa masuk ke database PDSP. Perubahan data yang telah dilakukan dan telah di sinkronisasiakan bisa terlihat diverval peserta didik dalam waktu 1- 2 jam (maksimal 24 jam).

    Semoga Bermanfaat,
    Mohon Maaf jika ada Penjelasan yang salah

    SALAM SATU DATA BERKUALITAS !

    Noercholish Asir L

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.